"Salsa, aku melihat kamu sangat lelah, Jika kamu mau pulang, aku akan mengantarkanmu pulang." Reza mencoba untuk memberikan perhatiannya kepada Salsa, Salsa tersenyum melihat ada pria tampan yang sangat peduli dengannya.
"Jika aku pergi meninggalkan anak ini, tentu saja dia akan sangat ketakutan." Salsa tidak tega Ketika Harus melihat ada anak kecil yang pergi sendirian.
"Kamu sangat baik Salsa, aku benar-benar terpesona melihat mu." Polisi tersebut memuji Salsa sambil tersenyum manis di bibirnya.
"Ini adalah tugasku, kamu jangan merasa khawatir mengenai diriku." Salsa tidak mau mendapatkan pujian dari polisi tersebut, karena merasa jika pujiannya terlalu berlebihan, Salsa hanya berharap jika dirinya bisa bekerja dengan sangat baik.
"Aku hanya senang melihatmu bisa bersikap baik, andai saja aku mendapatkan jodoh sepertimu aku akan sangat bahagia." Polisi itu sangat ingin memiliki pasangan seperti Salsa, Namun karena banyak laki-laki yang mengharapkan Salsa untuk menikah dengannya membuat Salsha hanya tersenyum.
"Salsa, aku belum memiliki nomor ponsel mu, bolehkah aku memintanya?" Reza sangat ingin bisa mengenal lebih dekat Salsa.
"Baiklah aku akan memberikan nomor ponselku." Salsa segera memberikan nomor ponselnya kepada Reza, saat itu juga bisa tersenyum bahagia saat mendapatkan nomor ponsel Salsa.
"Terima kasih Sa, kamu sangat baik." Reza merasakan kebaikan Salsa, terlihat sangat jelas di wajahnya jika Reinal sangat menyayangi Salsa.
"Apakah ada sesuatu yang aneh?"
"Tidak ada, aku minta maaf jika kamu tidak nyaman saat aku menatap wajahmu."
"Tidak apa-apa, aku tidak bisa marah denganmu." Salsa tidak ingin jika sampai dirinya merasa kesal dengan Reza.
Anak kecil yang ditemukan oleh Salsa mulai siuman, dia seperti sampingmu saat berada di rumah sakit.
"Aku di mana?" Tanya anak kecil saat merasa bingung.
"Saat ini kamu berada di rumah sakit, tadi kamu sempat pingsan di jalan." Salsa memberitahu anak kecil tersebut saat dirinya baru sadar.
"Aku sedang mencari kedua orang tuaku, mereka meninggalkanku di dekat halte bus." Anak kecil yang terlihat sangat ketakutan saat bertemu dengan orang yang tidak pernah dikenalnya.
"Kamu jangan terlalu takut, Aku adalah salah seorang dokter yang berada di rumah sakit ini." Salsa mencoba menenangkan anak kecil yang berada di dekatnya.
"Aku tidak mau berada disini, aku sangat ini bisa mencari orang tua ku." Reza merasa sangat sedih ketika melihat anak itu bekerja mencari uang.
"Kenapa kamu harus berjalan-jalan di pinggir jalan?"
Ingin mengetahui sebenarnya yang dilakukan oleh anak kecil tersebut, karena Salsa sangat yakin jika anak itu belum makan.
"Aku belum makan sejak tadi pagi, bahkan sepertinya aku terakhir makan kemarin." Salsa merasa sangat sakit saat mendengar ucapan anak kecil tersebut.
"Aku akan mengambilkan makanan untuk mu, Aku tidak ingin melihat Jika kamu sampai sakit." Salsa tidak ingin jika sampai melihat ada orang yang terlantar.
"Aku hanya ingin mencari kedua orang tua ku, Aku ingin kembali ke rumahku." Anak kecil yang belum memahami Di mana tempat tinggalnya tentu saja akan membuatnya kesulitan untuk pulang.
"Kenapa kamu bisa ditinggal di sini? Apakah kedua orang tuamu sengaja melakukan ini semua?"
Anak itu hanya menggelengkan kepala, merasa bingung saat mendengar pertanyaan dari Salsa.
"Aku tidak memaksamu untuk menjawab saat ini, aku hanya ingin kamu mengikuti semua ucapanku " Salsa sangat berharap jika anaknya selalu mendengarkan nasehat yang diberikan.
"Salsa, sepertinya anak ini sangat takut saat berhadapan dengan kita, Aku berharap jika dia tidak menganggap kita adalah orang jahat."
"Aku hanya tidak habis berpikir, melihat kedua orang tuanya di taman kota membuatku merasa sangat bahagia."
"Kamu memiliki impian seperti itu, aku yakin impian yang baik akan menuai hasil yang baik." Reza bersikap sangat baik, membuat Salsa semakin salah tingkah.
"Sudah jangan terlalu mengatakan itu semua, aku tidak sanggup jika harus mendengar kata-kata yang membuatku ku merasa bahagia." Membiarkan Reza mengatakan kebaikan pada dirinya, hanya akan membuat Salsa semakin sombong.
Andika tidak sengaja masuk ke dalam ruangan anak kecil tersebut, saat melihat ada Reza di samping Salsa, Andika terlihat sangat kesal.
"Kenapa harus ada pria lagi yang datang mendekati Salsa, Aku tidak mau jika sampai Salsa jatuh hati dengannya." Andika terlihat tidak menyukai setiap orang yang datang menghampiri Salsa.
"Salsa, Kenapa kamu kembali ke rumah sakit ini? Bukankah jam kerja kamu sudah berakhir?" Andika bertanya kepada Salsa sambil tersenyum.
"Aku sedang menolong anak kecil ini, jika aku kembali ke apartemen, dia akan mencariku." Salsa terlihat sangat baik saat bisa menolong orang yang baru dikenalnya.
"Aku permisi terlebih dahulu, aku minta maaf jika aku mengganggu." Andika sangat tidak suka melihat ada Reza di samping Salsa, Mereka terlihat sangat serasi.
"Aku yang berjuang mendapatkan Salsa, mengapa mereka dengan mudah bisa bersama Salsa." Andika merasa jika dirinya memiliki kekurangan, tidak pernah menyadari jika Salsa memang tidak suka dengan laki-laki yang suka mengekangnya.
"Tenang saja Pak, aku disini hanya membantu Salsa," ucap Reza sambil mengawasi Andika.
"Aku tidak butuh jawaban mu, Aku hanya bertanya kepada Salsa." Andika menjawab dengan nada sangat kesal, namun jawabannya justru membuat Salsa tersenyum.
"Kamu cemburu?" Salsa bertanya kepada Andika. Saat itu juga andika juga mencoba untuk tidak bersikap cemburu.
"Tidak, untuk apa aku cemburu dengan mu?" Andika tidak mau mengakui jika dirinya cemburu dengan Salsa.
"Ya sudah, jika kamu tidak cemburu, aku akan pergi dengan Reza." Salsa bersemangat untuk membuat Andika merasa kesal, karena tidak menyukai dengan sikap Andika.
"Pergilah, Aku tidak akan melarang." Andika Mencoba bersikap baik saat mendengar ucapan Salsa, meskipun terlihat sangat jelas jika dirinya sedang cemburu.
Salsa segera menggandeng Reza untuk keluar ruangan, berharap jika Andika akan cemburu.
Reza yang mengetahui tujuan Salsa menggandengnya untuk membuat Andika cemburu, Reza segera bersikap romantis dengan Salsa.
"Jika dia ingin membuat pria ini cemburu, Aku tidak akan membiarkan dia kembali dengan pria tersebut." Reza justru berencana mendapatkan Hati Salsa.
"Reza, aku minta maaf jika sikap ku sangat membuatku merasa kesal," ucap Salsa sambil tersenyum.
"Aku sama sekali tidak merasa kesal, justru aku sangat senang kamu mau menjadi temanku." Reza tersenyum.
Andika terlihat sangat kesal ketika Salsa pergi meninggalkannya, kekecewaan mulai terlihat sangat jelas di wajah Andika.
"Terus bersikap seperti itu hanya membuatku merasa lebih semangat untuk bisa mendapatkan cintanya, Aku tidak akan diam ketika dia membukakan pintu hati untuk pria lain," gumam Andika. Andika tidak akan pernah mau merelakan Salsa menjadi kekasih orang lain, apalagi hanya dekat dengan pria yang baru dikenalnya.