bunga yang indah

1516 Kata
Andika terdiam saat berada di dalam rumah sakit, melihat Salsa yang semakin dekat dengan Bagas pembuat Andika merasa cemburu, apalagi saat Bagas datang ke Rumah sakit memberikan Salsa bunga yang indah. ‘’Kenapa Salsa semakin dekat dengan Bagas, padahal aku sama sekali tidak suka melihat Bagas datang menemui Salsa.’’ Andika kesal melihat Bagas yang membawa bunga menemui Salsa. ‘’Apa tidak ada waktu lain untuk menemui Salsa, kenapa harus saat jam istirahat?’’ Andika melihat Bagas menuju ke ruangan Salsa. ‘’Semakin hari mereka bertambah dekat.’’ Andika tidak suka dengan kedekatan Salsa dan Bagas. ‘’Hai Andika,’’ ucap Bagas menyapa Andika, Bagas sengaja menyapa Andika agar Andika mengetahui jika Bagas membawakan bunga untuk Salsa. ‘’Ada perlu apa kamu datang kesini?’’ Andika menatap Bagas dengan tatapan tidak suka dan kesal. ‘’Aku hanya ingin memberikan bunga ini untuk Salsa.’’ Bagas menjawab pertanyaan Andika dengan sangat santai, meskipun tahu jika Andika mencintai Salsa, Bagas sengaja ingin memberitahu Andika bahwa dia akan mendekati Salsa. ‘’Aku permisi dulu.’’ Bagas segera menemui Salsa, Andika semakin kesal dengan sikap Bags yang membuatnya semakin merasa marah. ‘’Kenapa sampai membawa bunga, apakah tidak ada yang lain yang bisa dibawa?’’ Andika tidak suka melihat Bagas membawakan bunga untuk Salsa, karena Salsa selama ini selalu bersikap baik kepada Bagas membuat hati ANdika semakin sakit. ‘’Ada apa denganmu?’’ Reisa datang untuk menemui Andhika, melihat Andika yang sedang kesal Reisa tidak mau jika sampai Andika marah. ‘’Aku baik-baik saja,’’ ucap Andika sambil berjalan menuju ke ruangannya. Andika tidak jadi makan siang karena selera makannya yang membuatnya enggan makan siang. ‘’Ayo makan siang, kamu pasti lapar?’’ Reisa tidak mau jika melihat Andika terdiam di dalam ruangannya. ‘’Sebenarnya aku sedang tidak nafsu makan, karena ada sesuatu yang harus aku selesaikan.’’ Andika mencoba menghindari Reisa, namun karena Reisa mengetahui jika Andika sedang ada masalah Reisa tidak mau membiarkan Andika diam di dalam sendirian. ‘’Aku tidak bisa membiarkan disini sendirian, aku akan mengajakmu untuk makan bersama.’’ Reisa membujuk Andika agar Andika mau menemaninya makan siang. ‘’Baiklah.’’ Andika tidak mau membuat Reisa merasa kesal dengan sikapnya yang seperti anak kecil. ‘’Aku senang jika kamu mau makan bersamaku, mari kita berangkat.’’ Andika segera berjalan menuju ke sebuah Restoran untuk menyantap makanan. Sedangkan Salsa masih tersenyum bahagia menatap wajah Bagas yang selalu bersikap baik dengannya. ‘’Kamu sangat baik Bagas, aku senang melihat kamu selalu bersikap baik kepadaku.’’ Salsa tersenyum saat Bagas memberikan bunga kepadanya. ‘’Aku hanya ingin melihat Papa bahagia.’’ Bagas sangat ingin melihat mendiang Papanya menjadi bahagia karena Bagas berusaha mendekati Salsa. ‘’Sejujurnya aku justru merasa tidak nyaman, jika kamu mengatakan itu semua, aku berusaha jika kamu mau mengerti satu hal.’’ Salsa sebenarnya tidak ingin kedekatannya dengan Bagas hanya sekedar rasa tanggung jawab atas keinginan mendiang Papa Bagas. ‘’Maafkan aku Salsa, sebenarnya aku tidak bermaksud membuat kamu kesal dengan kata-kata yang aku ucap.’’ Bagas merasa menyesal mendengar ucapan Salsa, Bagas sadar jika kata-kata yang Bagas ucapkan salah. ‘’Sasa kamu harus tahu satu hal.’’ Bagas juga ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting, Salsa sangat penasaran dengan kata-kata yang akan Bagas ucapkan. ‘’Apa Bagas, aku ingin mendengarnya.’’ Salsa tidak mau penasaran dengan ucapan Bagas. ‘’Kamu hanya perlu tahu, jika aku sangat mencintai kamu.’’ Bagas dengn sangat percaya diri mengatakan itu semua. ‘’Baiklah, aku akan mencoba untuk bisa memahami perasaan kamu.’’ Salsha tidak mau membuat Bagas merasa kesal, dengan sangat lembut Salsa menjawab kata-kata Bagas. ‘’Aku sangat Bersyukur bisa mengenalmu.’’ Bagas sangat senang di akhir hayat Papanya, Bagas bisa menemukan wanita yang sangat baik. ‘’Bagas, sebenarnya aku tidak ingin jika kamu sampai kecewa denganku, karena mungkin aku tidak bisa seperti wanita yang lain.’’ Salsa tidak mau jika sampai sesuatu hal yang pernah terjadi kembali terjadi. ‘’Aku mencintai kamu dari dalam hatiku, aku tidak ingin bermain denganmu.’’ Bagas sangat serius dengan kata-katanya. Salsa dengan sangat santai tersenyum menatap wajah Bagas. ‘’Gas aku masih memiliki banyak pekerjaan, apakah kamu bisa pulang?’’ Salsa sebenarnya tidak ingin jika mengatakan kata-kata yang kasar, namun jika tidak mengatakan semua itu Salsa akan merasa terganggu. ‘’Apakah aku mengganggumu?’’ Bagas bertanya kepada Salsha. ‘’Ada beberapa hal yang harus aku lakukan, aku tidak mau jika aku tidak fokus dengan pekerjaanku.’’ Salsha tidak mau jika sampai Bagas mengganggu pekerjaanya. Bagas tahu maksud Salsha dengan sangat kesal Bagas harus pergi. ‘’Baiklah, jika aku mengganggumu, aku akan segera pulang.’’Salsa melihat Bagas yang bersikap seperti menyesal, namun Salsa tidak peduli. ‘’Sampai bertemu besok.’’ Salsa tersenyum saat Bagas pergi meninggalkannya. ‘’Baiklah, aku akan pulang.’’ Bagas segera pergi meninggalkan Salsa, meskipun Bagas kesal tapi tetap tersenyum. ‘’Aku merasa jika Bagas hanya menggangguku saja.’’ Salsa merasa jika Bagas hanya mengganggu aktivitasnya saja. Salsa sangat lelah jika harus mendengar kata-kata Bagas yang membuatnya menjadi kesal. ‘’Mungkin menurut mereka aku akan tersenyum jika mendengar kata-kata mereka, padahal aku tidak mau dekat dengan laki-laki yang bersikap ketus,’’ gumam Salsa saat Bagas pergi meninggalkannya. ‘’Kenapa Salsha selalu bersikap menolak cintaku, apakah Salsa tidak mau menjadi kekasihku.’’ Bagas bertanya di dalam hatinya. Namun Bagas masih lega saat bisa menatap wanita yang dicintainya. ‘’Setidaknya rasa rinduku sudah terobati.’’ Bagas lega karena rasa rindu yang terpendam bisa menjadi kebahagiaan. ‘’Salsa kenapa kamu mengusir Bagas pergi?’’Reinal merasa heran melihat sepupunya yang tidak mau dekat dengan Bagas. ‘’Aku hanya tidak ingin jika aku bertemu dengan laki-laki yang mengharapkan cintaku, aku masih mau fokus dengan pekerjaanku.’’ Salsha hanya tidak mau jiak sampai terganggu dengan sesuatu yang membuatnya menjadi kesal. ‘’Sebenarnya aku tidak mau jika kamu mengatakan semua itu, aku tahu bagaimana perasaan Bagas.’’ Reinl merasa kasihan saat melihat Bagas yang terlihat sangat kecewa dengan sikap Salsa. ‘’Jika kakak mau mendengarkan rayuannya, silahkan menjadi kekasihnya.’’ Salsha tidak mau jika harus mendengar kata-kata manis yang hanya keluar dari mulut saja. ‘’Kamu memang sangat menyebalkan, wajar saja setiap ada laki-laki yang mendekatimu, mereka tidak mau berjuang agar bisa tetap bersama.’’ Reiner terus memojokkan Salsa, namun Salsa tidak mau mendengar ucapan Reiner. ‘’Salsa, sebenarnya aku merasa tidak nyaman saat aku melihat Andhika terlihat cemburu padamu,’’ ucap Reiner. ‘’Aku sudah tidak mau mendengar kata-kata manis yang akan menjadi racun, kakak tahu Andika hanya mempermainkan perasaanku saja.’’ Salsa menganggap jika selama ini Andika tidak pernah serius menyatakan cintanya. Salsa kesal dengan sikap reiner yang berubah, awalnya Reiner tidak setuju jika Salsha dekat dengan Andika, namun kali ini Reiner sudah berubah, namun Salsa sudah kecewa dengan sikap Andika. ‘’Aku hanya ingin bahagia,jika kakak selalu membuat ku kesal, kau akan pergi.’’ Salsha tidak mau jika sampai Reiner membuatnya kembali dekat dengan ANdika. ‘’Aku tahu jika kamu sangat kecewa, namun kamu harus peduli dengan semua orang yang menyayangimu.’’ Kali ini reiner berkata sangat bijak, namun Salsa sudah sangat kesal dengan sikap Reiner, Salsha tidak mau mendengar kata-kata Reiner. ‘’Aku bosan mendengarnya, kemarin dia selalu mengatakan ini dan itu, sekarang dia menasehatiku dengan sangat bijak, tapi sayang aku tidak mau mendengar kata-kata yang diucapkan.’’ Salsa kesal dengan sikap reiner yang selalu membuatnya bingung, namun semua itu Reiner lakukan dengan harapan agar Salsa bisa mendapatkan sesuatu yang terbaik. ‘’Aku mau tahu, sebenarnya siapa laki-laki yang ada di hatimu?’’ Reiner ingin tahu perasaan Salsa. Salsa tidak mau menjawab justru tersenyum. ‘’Kenapa kamu tidak mau menjawab,’’ tanya Reiner dengan wajah semakin penasaran dengan sikap Salsa. ‘’Aku tidak mau memberitahumu, aku hanya ingin sesuatu hal yang terbaik dan itu bisa membuatku menjadi bahagia.’’ Salsha tidak mau memberitahu Reiner, Salsa tersenyum sambil melanjutkan pekerjaanya. ‘’Aku heran dengan Salsa, sikapnya semakin hari semakin menjauh dengan semua laki-laki yang mendekatinya?’’ Reiner tidak tahu sebenarnya yang terjadi pada diri Salsa, sikap Salsa membuat Reiner semakin ingin tahu sebenarnya yang Salsa rasakan. ‘’Kenapa kamu tidak mau memberitahu?’’ Reiner mencoba bertanya kembali kepada Salsa. ‘’Ini sedang kerja, bukan sedang curhat, jika kakak mau bertanya nanti saja.’’ Salsa kalian mencoba bersikap sangat sibuk, meskipun dia tidak memiliki kesibukan. ‘’Ah ternyata Salsa bisa membuatku semakin penasaran, melihat sikap Salsa aku tidak mau jika sampai Salsa menjadi wanita yang tidak laku nikah.’’ Reiner tiba-tiba takut jika sampai Salsa tidak laku menikah. Salsa mendengar ucapan reiner dengan wajah yang sangat kesal Salsa segera menegur sepupunya. ‘’kenapa kakak menganggapku tidak laku menikah, apakah sikapku terlalu berlebihan?’’ Salsa kesal saat mendengar ucapan reiner, meskipun awalnya Reiner mengatakan dengan sangat rendah namun Salsa mendengarnya. ‘’Aku tidak sengaja mengatakan itu semua, aku harap kamu tidak marah.’’ Reiner tidak mau jika sampai Salsa marah dengannya. ‘’Aku sangat kesal melihat sikap kakak yang setiap hari membuatku semakin bingung, padahal aku sudah mencoba agar kakak bisa menghargaiku sebagai seorang adik, dan kakak membuatku kesal.’’ Salsa tidak mau jika reiner terlalu banyak bertanya, yang menyebabkan Salsa menjadi kesal. ‘’Salsa kamu marah?’’ Reiner bertanya kepada Salsa untuk mengetahui isi hati Salsha yang sebenarnya. ‘’Aku nggak marah, Cuma aku kesal dengan sikap kakak yang selalu membuatku menjadi kesal.’’ Salsha mencoba mengakhiri perdebatannya, karena Andika masuk ke dalam ruangannya. Salsa sama sekali tidak mampu menatap wajah Andika, Salsa sangat kesal karena beberapa hari ini Andika sangat sibuk bersama dengan Dokter reisa, tanpa peduli dengan perasaan Salsa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN