Hari ini kesehatan Bagas mulai membaik, Sasa terlihat sangat bahagia ketika melihat Bagas sudah bisa tersenyum.
"Terima kasih Salsa, selama aku sakit kamu sangat setia menemani ku," ucap Bagas sambil tersenyum.
Salsa merasa sangat terharu ketika Bagas bisa sehat kembali, mengingat kejadian yang menimpa Bagas tentu Salsa merasa tidak yakin jika Bagas akan bisa sehat seperti ini.
"Apakah ada yang sakit?" Salsa bertanya kepada Bagas, Bagas menganggukkan kepala sambil memegang dadanya.
"Aku akan memeriksa d**a mu," ucap Salsha sambil segera memakai alat untuk mengecek keadaan Bagas, namun tanpa diduga ternyata Bagas menarik Salsa tepat di atas tubuhnya yang kekar.
Mata Salsa bertatapan dengan Bagas, senyuman manis mulai terlihat di wajah Bagas, saat itu juga mereka mulai saling bertatapan satu sama lain, Bagas terlihat sangat menggoda Salsa.
"Salsa, aku bahagia saat bisa bersamamu," ucap Bagas sambil memeluk Salsa.
"Aku berharap kamu bisa menerima cintaku, karena mungkin hanya ini satu cara untuk bisa membuatku sembuh." Bagas berharap jika Salsa mau menerima cintanya, Salsa menatap wajah Bagas sambil merasa sedikit aneh.
"Maaf Bagas, aku takut jika ada sesuatu mengenai lukamu," ucap Salsa sambil berusaha untuk berdiri. Namun Bagas tidak bisa membiarkan Salsa untuk pergi dari pelukannya sebelum Salsa menerima cintanya.
"Setidaknya aku tidak akan bisa melepaskanmu sebelum kamu menerima cinta ku," ucap Bagas dengan penuh berharap jika cintanya bisa diterima oleh Salsa.
"Bagas," ucap Salsa sambil melirik kearah Bagas, tentu saja Bagas terlihat sangat mempesona, apalagi senyuman di pipinya terlihat sangat mengagumkan.
"Salsa aku sangat mencintaimu," jelas Bagas. Salsa tidak akan tega jika melihat kekasihnya harus merasakan sakit lagi, dengan sangat terpaksa Salsa harus menerima cinta Bagas.
"Aku terima cintaku," ucap Salsa. Bagas sangat bahagia sekali ketika mendengar ucapan dari Salsa, meskipun Salsa belum bisa sepenuhnya mencintainya.
"Apakah aku tidak salah mendengar?" Bagas sangat ingin mendengar Jawaban dari Salsa, saat itu juga Salsa menganggukkan kepalanya.
"Kamu tidak salah mendengar, Aku menerima cinta mu," jawab Salsa. Bagas terlihat sangat bahagia ketika dirinya bisa mendapatkan hati Salsa, tentu saja wanita yang selama ini dicintainya memiliki banyak penggemar berat, membuat Bagas harus bersaing untuk mendapatkan cintanya.
"Aku sangat bahagia mendengar jawaban dari mu." Bagas mencium kening Salsa, saat itu juga Salsa terlihat sangat terkejut.
"Ah apakah ini yang namanya cinta?" Salsa justru merasa tidak nyaman, jantungnya berdegup sangat kencang karena mendapatkan perlakuan yang sangat ekstrem dari Bagas.
"Jika melihat sikap Bagas seperti ini, Aku tidak akan nyaman saat menjadi kekasihnya," ucap Salsa dalam hati.
Tentu saja Salsa tidak bisa menikmati hubungannya saat bersama Bagas, Melihat pria yang selama ini selalu mencoba menjadi kekasihnya membuat Salsa merasa geli.
"Bagas, aku harus pergi," ucap Salsa dengan berusaha untuk bisa bangkit dari pelukan Bagas, saat itu juga Bagas menatap wajah Salsa, melihat wanita yang ada di hadapannya terlihat sangat mempesona tentu saja Bagas tidak ingin membiarkan Salsa sampai pergi.
"Salsa, kepala ku terasa sangat sakit sekali," ucap Bagas sambil memegang kepalanya, Salsa terlihat sangat panik ketika menatap wajah Sahabatnya.
"Bagas, aku rasa itu semua karena kamu terlalu bersikap seperti itu " Salsa mencoba untuk menasehati Bagas.
Bagas tersenyum saat mendengar penjelasan Salsa, tentu Bagas harus berusaha membuat Salsa untuk tidak pergi meninggalkannya sendirian.
"Aku merasa sangat kesepian Jika kamu tidak ada disini."
"Baiklah, karena kebetulan aku sudah selesai bekerja, Aku akan mencoba untuk menemanimu disini." Salsa memutuskan untuk duduk bersama Bagas, saat itu juga Bagas merasa sangat bahagia karena Salsa mau mengikuti semua yang diucapkan oleh Bagas.
"Terimakasih Salsa kamu sudah mengerti perasaan ku," ucap Bagas.
Salsa justru tidak menghiraukan ucapan Bagas, Salsa terlihat sangat sibuk dengan ponselnya, kebetulan Reza mengirim pesan kepada Salsa.
"Salsa, aku ingin mengajakmu pergi."
Satu pesan singkat dikirimkan oleh Bagas ke ponsel Salsa, saat itu juga Salsa segera membalasnya.
"Baiklah, setelah pukul 07.00 pm kamu bisa menjemput ku di rumah sakit." Bahkan Salsa sama sekali tidak mengingat jika dirinya sudah menjadi kekasih Bagas, karena tidak ingin jika merasa tertekan dengan hubungan yang sedang di jalan, tentu saja Salsa berusaha untuk bisa membahagiakan dirinya sendiri.
"Sebenarnya apa yang sedang Salsa lakukan?" Bagas merasa aneh ketika melihat Salsa sedang sibuk dengan ponselnya, apalagi terlihat jika Salsa sama sekali tidak menghiraukannya.
"Sepertinya ada sesuatu yang sedang Salsa rahasiakan," ucap Bagas merasa sedikit cemburu dengan sikap Salsa, mengingat jika dirinya sudah menjadi kekasih Salsa tentu Bagas tidak mau jika sampai Salsa menemui pria lain.
Salsa segera beranjak dari tempat duduknya menuju ke luar ruangan tanpa berpamitan dengan Bagas, entah apa yang dipikirkan oleh Salsa, Salsa sama sekali tidak menghiraukan jika Bagas sedang melihatnya.
"Aku harus segera keluar dari ruangan Bagas, sungguh aku sangat tidak nyaman ketika berada di ruangan ini bersama dengannya." Salsa sengaja tidak mau berpamitan dengan Bagas, karena takut jika Bagas akan melarangnya pergi.
"Baiklah, mungkin dengan cara ini aku bisa menjauhi Bagas." Salsa tidak tahu kenapa sakitnya hati Bagas saat melihat sikapnya yang tiba-tiba berubah, mungkin menurut Salsa, Bagas akan bahagia meskipun hanya memiliki status menjadi kekasihnya.
"Sungguh tega Salsa bersikap seperti itu, sejak tadi aku mengawasi dirinya, namun sama sekali tidak mau menghiraukan ku." Wajar saja jika Bagas merasa jika dirinya tidak dianggap, saat Bagas menatap wajah Salsa, Salsa justru bergegas pergi meninggalkan Bagas.
"Inilah yang dinamakan oleh cinta, mungkin Salsa bukan jodoh yang terbaik untukku." Bagas mulai menyadari jika selama ini Salsa tidak Mencintainya, namun karena penasaran Bagas justru berusaha untuk mencari Salsa.
Berjalan dengan menahan rasa sakit tentu sangatlah tidak mudah, apalagi diiringi dengan rasa sakit hati, melihat seorang wanita yang sangat dicintainya pergi meninggalkan Bagas tentu membuat luka yang sangat dalam.
"Kemana perginya Salsa," ucap Bagas sambil mencari Salsa, namun Salsa melihat Bagas mencari dirinya, tentu saja Salsa segera menemui Bagas.
"Kenapa kamu turun dari ranjang mu, kondisimu belum membaik sepenuhnya," ucap Salsha sambil menatap kasar ke arah Bagas.
"Aku hanya takut jika kamu pergi meninggalkanku sendirian di rumah sakit ini, Aku sangat ingin kamu menemaniku di dalam ruangan ku." Sasa menarik nafasnya dalam-dalam, mendengar ucapan seorang pria yang berusaha menjadi kekasihnya tentu saja Salsa harus berusaha untuk menghindari Bagas.
"Aku ingin pulang sebentar, aku ingin beristirahat." Salsa mencoba menjelaskan kepada Bagas, agar bisa mengerti kondisi Salsa.
"Baiklah, jika kamu mau pulang." Bagas terlihat sangat sedih ketika menjawab ucapan Salsa, namun Bagas mengerti bagaimana kondisi Salsa, tentu saja Bagas tidak tega jika melihat Salsa merasa kelelahan.
"Aku pergi dulu, kamu harus menjaga dirimu baik-baik." Salsa tersenyum karena melihat Bagas mau mendengar ucapannya, sebenarnya Salsa merasa sangat tertekan ketika menduduki status sebagai kekasih Bagas.
Reza sudah menunggu di depan gerbang rumah sakit, saat itu juga Salsa segera bergegas untuk keluar dari rumah sakit, dengan penuh rasa bahagia Salsa segera keluar menemui Bagas.
Salsa mengetuk jendela mobil Reza, saat itu juga Reza segera membuka pintu untuk Salsa.
"Ayo segera masuk ke dalam mobil," ucap Reza sambil tersenyum.
Salsa segera masuk ke dalam mobil Reza, saat itu juga tak sengaja Salsa saling berhadapan dengan Reza, tentu hati mereka saling berdebar.
"Ah maaf, aku tidak sengaja." Salsa mulai merasa salah tingkah saat harus berhadapan dengan pria yang sangat tampan.
"Tenang saja, aku selalu bisa menjaga perasaanmu." Reza tersenyum agar tidak terjadi salah paham, saat itu juga Salsa merasa sangat nyaman mendengar ucapan dari Reza.
Bagas ternyata mencoba mengikuti Salsa, karena Bagas melihat berita Salsa masuk ke dalam mobil Reza, tentu saja Bagas tidak mau jika sampah Reza menjadi kekasih Salsa.
Bagas segera masuk ke dalam mobil taksi, berharap jika dirinya bisa mengetahui sesuatu yang dilakukan oleh Salsa.
"Sebenarnya mereka mau pergi ke mana?" Bagas merasa jika ada sesuatu yang terjadi di antara Reza dan Salsa, Bagas menatap wajah Salsa yang terlihat sangat bahagia saat bersama Reza, tentu membuat hatinya sangat sakit.
"Mengapa sangat sulit untuk bisa menjadi kekasihnya, meskipun aku sudah mengungkapkan semua perasaanku, Namun ternyata aku tidak bisa mendapatkan hati Salsha." Bagas merasa sangat menyesal ketika jatuh cinta kepada Salsa, namun dirinya tidak mau jika sampai sesuatu terjadi pada hubungannya.
"Baiklah apapun Yang terjadi, Aku akan terus berusaha untuk bisa menjadi pendamping hidup Salsa." Bahasa sangat ini jika dirinya bisa menjadi pendamping hidup Salsa, meskipun terlihat sangat sulit, namun hal itu tentu membuat Bagas merasa sangat nyaman.
"Jika Reza terus berjuang untuk mendapatkan Salsa, mengapa aku harus berdiam diri melihat semua ini terjadi padaku." Bagas hanya tidak ingin setia sampai selesai menjadi kekasih Bagas, tentu karena Bagas yang sudah resmi menjadi kekasih Salsa.
"Mungkinkah Salsa sudah menjadi kekasih pria lain?" Tanpa disadari terlintas dalam pikiran Bagas, jika dirinya berpikir wanita yang selama ini dicintainya, hanya mempermainkan perasaan saja.
"Baiklah aku harus banyak bersabar, jika aku bersikap kasar kepada Salsa, Tentu saja tidak akan bisa luluh menjadi kekasihku."
Bagas tidak ingin jika Salsa terlihat marah ketika dirinya mencoba untuk mencari tahu apa yang dilakukan oleh Salsa, mengingat Salsa memang sangat tidak suka jika kehidupan pribadinya selalu diikuti campur.
"Mungkin karena satu hal, Sasa tidak mau menerima cinta Andika, aku yakin mungkin karena Andika selalu membuatnya merasa tidak nyaman." Bagas mulai menyadari jika dirinya sangat ingin bisa menjadi kekasih Salsa, Bagas harus lebih berpikir cerdas untuk bisa membuat Salsa jatuh cinta kepadanya.
"Bersabar, adalah sesuatu jalan untuk bisa membuatku bertahan."