Bab 25

967 Kata

Ruby menatap meja di hadapannya. Makanan masih utuh, dingin, dan sama sekali tak menggugah selera. Tapi pandangannya bukan pada makanan itu — melainkan pada benda kecil di tepi piring: garpu. Matanya menatap benda itu lama. Jantungnya berdetak cepat. Ia tahu ini mungkin satu-satunya kesempatan untuk melakukan sesuatu — untuk membalas, untuk mencoba melarikan diri dari neraka ini. Tanpa suara, Ruby meraih garpu itu perlahan. Ia menyelipkannya ke balik bantal di ranjang, lalu duduk kembali seolah tak terjadi apa-apa. Tangannya bergetar sedikit, tapi matanya dingin. “Sepuluh menit,” gumamnya lirih. “Kau pikir aku akan duduk diam menunggu hukuman, Greyson?” Ia menarik napas dalam-dalam. Rencananya sederhana, meski gila — ketika Greyson kembali masuk, ia akan pura-pura pasrah. Lalu saat pr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN