Pagi ini, mau tidak mau, Ruby harus menyalakan ponselnya untuk melihat jadwal kerjanya hari ini. Jika tidak salah ingat, ia mempunyai jadwal untuk melakukan liputan di luar lagi bersama dengan Anthony. Namun, untuk memastikannya, Ruby harus mengeceknya terlebih dahulu. Sungguh, Ruby akan mengabaikan pesan dari unknown number itu lagi jika memang ada. Sebab ia tahu bahwa pesan tersebut dari Greyson untuk menerornya. Ruby berpikir, jika tidak akan ada masalah walau ia mengabaikannya, selagi ia masih bungkam sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pria itu. Ruby menyalakan ponselnya dengan hati-hati, seperti sedang membuka pintu ke sebuah ruangan gelap yang penuh jebakan. Logo merek ponsel menyala sebentar, lalu layar berpendar terang. Hatinya langsung berdebar lebih kencang—ia sudah sia

