Bab 13

1577 Kata

Ruby memijat pelipisnya sebentar, mencoba menyingkirkan rasa tidak nyaman itu. Ia menyalakan komputer, lalu membuka email kerja. Notifikasi masuk menumpuk, sebagian besar berupa instruksi liputan dan update dari redaktur. Ia menelan ludah, berusaha fokus pada hal-hal teknis. Tak lama kemudian, suara panggilan rapat terdengar dari pengeras suara di ruangan. Semua reporter mulai bangkit menuju ruang meeting kecil di ujung koridor. Ruby menghela napas, meraih buku catatan, dan bergabung dengan Anthony yang sudah menunggunya di depan pintu. “Kau terlihat tegang,” bisik Anthony sambil menahan pintu untuknya. Ruby tersenyum tipis. “Tidak, hanya… masih mengantuk.” Anthony mendengus, tidak sepenuhnya percaya, tapi memilih diam. Di dalam ruangan, redaktur senior mereka, Tuan Mendez, sudah berd

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN