Bab 14

1284 Kata

Ruby berusaha menyingkirkan rasa gelisah yang masih menempel di dadanya. Ia melirik jam tangan, mencoba menghitung waktu. Acara utama tinggal sebentar lagi, dan itu berarti wali kota akan segera datang. Anthony yang sibuk dengan kameranya mendekatkan diri, berbicara lebih pelan. “Kalau benar wali kota muncul, kita hanya punya waktu sebentar. Kau harus langsung ambil kesempatan. Jangan sampai media lain mendahului.” Ruby mengangguk, meski pikirannya setengah masih berkelana. “Aku tahu, dan aku selalu siap.” Namun, dalam hati, ia tidak benar-benar yakin. Sejak tadi, bayangan sosok misterius di balkon itu menolak pergi dari kepalanya. Bahkan sekarang, di tengah keramaian yang glamor ini, ia merasa seperti terperangkap. Kerumunan tiba-tiba riuh. Beberapa orang mulai bergerak mendekati pint

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN