Bab 28

882 Kata

Langit masih hitam, hujan masih mengguyur. Suara air di luar seolah menjadi musik pengiring bagi pikiran Greyson yang mulai berisik di dalam kepala. Ia duduk di kursi kulit hitam di ruang kontrol itu, menatap layar besar di depannya tanpa berkedip. Ruby tampak kelelahan, tapi matanya masih sama—terlihat keras, menolak untuk tunduk. Greyson lantas mencondongkan tubuhnya ke depan, jemarinya menekan pelipis. Ada sesuatu di wajahnya yang samar… antara frustrasi dan rasa ingin memiliki. “Kenapa kau tidak menyerah juga, hm?” bisiknya lirih. Nada suaranya bukan lagi penuh amarah, tapi lebih seperti seseorang yang kebingungan dengan perasaannya sendiri. Ia mengangkat satu tangan, menyentuh layar monitor seolah bisa menyentuh wajah Ruby di sana. “Kau bahkan terlihat lebih indah ketika melawan.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN