Ruby mengusap jemarinya dengan tisu, pura-pura sibuk membersihkan tangan padahal pikirannya sedang berlari. Ada sesuatu yang menekan dari dalam dirinya: rasa ingin tahu yang begitu besar. “Elijah,” ucapnya tiba-tiba, matanya menatap ke arah pria itu dengan penuh kehati-hatian. “Firma tempatmu bekerja itu… firma apa? Maksudku, bidangnya apa?” Elijah menegakkan punggungnya, seolah baru menyadari kalau Ruby benar-benar tertarik. “Oh, aku pikir kau sudah tahu. Firma hukum. Kami menangani berbagai macam kasus. Mulai dari sengketa bisnis, pidana, sampai konsultasi hukum untuk klien-klien besar.” Ruby mencoba terdengar santai, padahal jantungnya sudah berdentum cepat. “Sengketa bisnis, pidana…” Ia menelan ludah. “Kau sering menangani kasus kriminal?” Elijah mengangguk, wajahnya serius. “Cukup

