Bernardo tersenyum samar, bibirnya retak penuh darah, namun matanya memantulkan sesuatu yang lebih jahat daripada sebelumnya. Senyum itu membuat Greyson dan Ferrano serempak memalingkan tubuh, pistol terangkat lagi, insting pembunuh mereka kembali bekerja tanpa aba-aba. Greyson menendang d**a Bernardo hingga pria itu tersungkur lagi. “Hentikan senyum itu. Kau tidak sedang menang.” Namun Bernardo, bahkan dengan napas tinggal seutas benang, tetap membalas pelan, “Justru karena aku menang… makanya kalian masih hidup.” Ferrano meraih kerah pamannya, menyeretnya kasar hingga tubuh tua itu terbentur tumpukan kayu lapuk. “BERKATA JELAS, b******k!” Bernardo terbatuk, darah kembali mengalir dari sudut bibirnya. “Kau tidak akan bisa menyentuh The Order… mereka di atas kalian… jauh di atas…” Gre

