“Tapi Ruby—” “Aku bisa, Elijah.” sela puan itu, entah yang ke berapa kalinya seperti ini. “Aku benar-benar bisa pulang sendiri. Datang kemari sendiri saja aku bisa, kenapa kau harus khawatir dengan kepulanganku? Santai saja...” Elijah menatapnya lekat-lekat, seolah masih ingin membantah, tapi melihat Ruby yang begitu keras kepala membuatnya akhirnya memilih diam. Ia hanya menghela napas pelan, kemudian mengangguk singkat. “Baiklah,” ujarnya lirih. “Tapi jangan lupa kabari aku begitu kau sampai.” Ruby tersenyum tipis, lalu berdiri. “Tentu saja.” Setelah mengucapkan salam perpisahan, Ruby melangkah keluar dari kafe dengan jantung berdegup kencang. Entah mengapa, ia dilanda rasa was-was saat ini. Ia berjalan cepat menuju gedung apartemennya, mencoba meyakinkan diri bahwa semuanya akan

