Ketiga pemuda itu mengangguk kepadaku. Mereka mengenakan seragam hitam, boot hitam, dan kacamata hitam keren yang sepertinya bisa dipakai ngaca. Postur tubuh mereka tegap dan terlihat kaku, khas seperti orang militer. Dibandingkan segala atribut mereka yang lain, aku paling tertarik kepada boot hitam yang super keren itu. Nyaris bersamaan, ketiganya melepas kacamata dan memperkenalkan diri. Jiz kelihatannya yang paling tua. Badannya besar dan berotot, mirip penampilan pengawal pribadi orang penting. Wajahnya cenderung terlihat kotak, dengan rahang tegas, hidung mancung sedikit bengkok, dan bibir penuh. Kulit di atas bibir dan sekitar rahangnya membiru. Mirip milik papaku sehabis bercukur. Rambutnya dipotong nyaris plontos, menampakkan kening lebar yang dapat memantulkan sinar lampu. Le

