"Alam memegang kunci kepuasan estetika, intelektual, kognitif, dan bahkan spiritual kita." (E. O. Wilson) Masing-masing pemuda turun dari kudanya. Seperti para perawat di rumah anak, pemuda-pemuda ini tatapannya juga kosong. “Anak-anak, perkenalkan ini tamu istimewa kita. Silahkan diantar dengan naik kuda menuju kediamanku. Aku tunggu di sana.” “Siap!” jawab mereka. “Rea, pilih kuda yang ingin kamu tunggangi. Mereka akan membawamu dengan selamat menuju kediamanku.” “Kupikir kamu akan segera mengirimku pulang.” “Ayolah. Kamu akan pulang. Kunjunganmu di sini sangat singkat. Ijinkan aku menunjukkan sedikit keramahan. Ranselmu akan kubawakan ke rumah. Kamu bisa menemukannya di kamarmu nanti.” Kuangkat bahu. Dalam keadaan ini, rasanya pasrah adalah pilihan terbaik. Kutatap kuda d

