Kedatangannya

1255 Kata

Pagi-pagi buta Aira membangunkan Derren hanya untuk sarapan di balkon kamar, menyambut matahari pagi. Sinar kuning keemasan mulai merambah keluar, menembus tebalnya awan yang menghalangi. Langit kelabu yang seiring berubah cerah dengan sinar galang arunika.   “Ah, kesampaian juga akhirnya menikmati sarapan dengan suami sambil melihat matahari Bali baru terbit,” ucap Aira dengan mata yang berbinar.   “Sebahagia itu kamu?” tanya kagum Derren melihat tingkah Aira yang seakan tak memiliki masalah sedikit pun.   “Punya suami yang sayang, tak punya hutang, mau ini itu sudah di penuhi suami, apa lagi yang gak bikin aku sebahagia ini? Aku selalu bersyukur memiliki kamu, aku yakin saat kita bersama. Setiap masalah tak akan terasa, karena kita selalu menghadapi bersama,” jelas Aira memeluk Der

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN