Pertemuan yang tak di harapkan Derren namun harus terjadi, beginilah jadinya. Thada dan Maya tinggal di rumah yang juga ditinggali oleh Derren atas permintaan Aira. Demi kebahagiaan sang istri akhirnya Derren pun mengalah. “Dengan satu syarat, jangan pernah sakit hati terhadap perlakuan gue ke dia,” sebegitu bencinya Derren pada Maya, sampai dia tak ingin memperlakukan wanita itu sebaik dia bisa. Ya meski hanya niat. “Gak akan! Anggap saja dia tidak ada,” begitu pun dengan Derren yang masih menghormati Thada. Meski bertentangan dengan hati nurani, Derren memilih menerima tamu yang tak di harapkan itu. Memandang ke arah Aira yang tampak sangat bahagia bermain dengan gadis kecil di gendongan, membuatnya tak tega. “Besok bikin sendiri, jadiin!” ucap Derren yang seakan cemburu

