Haru menunggu di rumah sakit bersama beberapa anggota Clam. Pemuda berambut cepak itu menatap Emma yang terkulai lemas sedang dicek suhu tubuh dan diolesi cairan pereda lebam. Sementara ibunya menunggu di luar bersama seorang guru perempuan yang terus bersamanya sejak awal. “Bagaimana?” tanya Haru ketika perawat dari Clam itu mendekatinya. “Aman, tidak ada yang parah. Hanya sisa lebamnya saja. Terima kasih telah menyelamatkannya.” Haru langsung menggeleng. “Bukan aku, tapi Crimson. Dia yang menyelamatkan anak itu, bahkan dia menyembuhkan lukanya.” Keduanya pun hening sembari menatap anak malang yang masih tertidur pulas. Wajahnya tampak damai. “Baiklah, kalau sudah sadar, mungkin dia akan bertemu psikolog dulu. Sepertinya dia memiliki banyak beban di usianya yang masih sangat muda,” l

