Seketika anak itu melepas jimat yang mengikatnya dan tubuhnya membengkak, seragamnya mulai robek di sana sini. “Hentikan!” bentak Cyrene. Tubuh anak itu semakin membesar dan seragamnya sobek semua. Refleks Cyrene meneriaki Haru, “Tutup matamu!” perintahnya. Haru yang masih berdiri jauh di belakang pun langsung menutup mata. Tubuh gadis itu benar-benar tanpa sehelai benang pun. Walau kulitnya mulai memerah dan sedikit menghitam seperti luka bakar, bentuk dadanya masih terlihat jelas bahwa dia anak perempuan yang sedang tumbuh menjadi remaja. “Ehehe … gadis ini memiliki tubuh yang bagus … meski masih sangat muda,” ucap Kuxin di dalam tubuh itu dengan suara yang menggema. “Mengingatkanku padamu … saat kau … membunuh Yang Mulia Ozzazin.” Tangan Cyrene mengepal keras. Seketika dia membelal

