Rorkuxin

1231 Kata
“Orang itu benar-benar berbahaya. Sebenarnya apa yang dilakukan oleh kelompok Dolphin?!” “Tenanglah dulu, kita tidak bisa menilainya hanya dari video amatir yang terpotong-potong.” “Jadi kau membelanya? Kau bersekutu dengan iblis?!” “Tapi--” “Mulai sekarang, kita harus mendukung kelompok Whale. Apa tiga orang itu baik-baik saja?” “Hm, aku dengar dari beberapa orang, mereka sudah baik-baik saja. Bahkan sudah menjenguk korban kerasukan itu.” “Lihat, kan? Gadis iblis itu bahkan tidak menampakkan batang hidungnya untuk minta maaf pada mereka!” *** “Bawa dia pergi dari sini!” perintah Carden sembari terus menahan rantai yang telah putus di tangan sang iblis. Mendengar itu, Cyrene langsung menggendong tubuh wanita itu di punggungnya dan melompat tinggi ke atas gedung. Rorkuxin pun melawan dan berhasil lolos setelah melayangkan cakaran ke tubuh Carden. Pria tampan itu mundur untuk menghindarinya. Dan seketika iblis itu lolos dari pandangannya. Meski begitu, Carden tahu betul ke mana makhluk itu pergi. Dia melompat menyusul Cyrene yang pergi ke rumah sakit untuk mengantar sang wanita yang sudah tak sadarkan diri itu. Namun, di perjalanan, ketika dia sibuk berlari di atas bangunan dan genting-genting rumah orang, dirinya diikuti. Ada banyak Kuxin mengejarnya. Kuxin adalah bayangan yang dibuat oleh Rorkuxin. Tak hanya itu, beberapa iblis lain datang seolah dipanggil. Cyrene tetap fokus berlari menuju rumah sakit yang ada di hadapannya. Gedung tinggi putih dengan lambang kesehatan telah terlihat. Angin malam tak mengganggunya untuk terus menembus malam yang panjang itu. Tudungnya tak lagi menutupi rambut merahnya. Tiba-tiba seonggok Kuxin yang menyatu dengan Donyaku muncul di hadapannya. Refleks dia menghentikan kakinya sampai sepatunya terseret. Dia berhenti karena telah dikepung. Matanya melirik ke sana kemari mencari keberadaan sosok Rorkuxin yang asli. Namun, dia tidak merasakan keberadaannya lagi. Gadis itu berdecak. Sebuah lengan besar melayang di atasnya hendak membuat tubuhnya gepeng. Namun, dengan gesit dia melompat. Dia tidak bisa menggunakan tangannya di udara ketika keduanya harus menahan tubuh orang lain yang dia bopong. Kemudian dia berhasil mendarat di atas sebuah balkon gedung terbengkalai. Baru saja dia menurunkan wanita itu. Sebuah pukulan mengenai tubuhnya dan membuatnya terempas jauh sampai terhantam ke atas beton balkon gedung lain. Tubuhnya segera bangkit, napasnya cepat. Dia terbatuk dan menyeka darah di sudut bibirnya. Dahi kiri dan pelipisnya lecet, apalagi dengkulnya. Karena dia hanya memakai celana pendek hitam. Beruntung dia selalu memakai jaketnya demi menutupi seragam pembasmi iblisnya. Jadi, tidak ada luka yang berhasil menyentuh lengannya. Salah satu dari para iblis itu mendekati wanita yang pingsan tadi. Jarak Cyrene dan wanita itu cukup jauh. Sekitar tiga gedung berukuran kurang lebih 10 meter masing-masing. Gadis itu langsung memusatkan semua energi ke kakinya, sampai dia melompat tinggi dan melesat cepat. Sebelum iblis itu menyentuh wanita di hadapannya. Dia memutar tubuh dan mengangkat kakinya tinggi-tinggi. Boom! Gadis berambut merah darah itu berhasil menghantam Kuxin besar itu dengan satu tendangan. Tubuh iblis itu langsung menjadi serpihan abu di atas beton yang diinjak Cyrene. Saat itulah Carden datang menyapu semuanya hanya dengan satu kibasan. Cyrene melihatnya sekilas, sebuah kekuatan yang indah. Sekumpulan pasir berwarna emas yang terlihat seperti debu peri langsung menyapu semua iblis di sekitar mereka tanpa sisa. Jelas dia terpana dan menatap Carden yang berdiri membelakanginya. Jarang sekali dia melihat Carden beraksi sampai menunjukkan beberapa kekuatannya dalam satu hari. Suasana langsung menjadi hening seketika, kegelapan kembali menyelimuti mereka. Hanya cahaya bulan yang selalu setia menerangi langkah para pembasmi iblis di malam hari. Carden berbalik dan menatap Cyrene tanpa terlihat berantakan apalagi kelelahan. “Cepat bawa dia ke rumah sakit. Aku akan mengawasi.” Cyrene terbangun dari lamunannya. “I-iya.” Gadis itu masih sangat ingin tahu siapa Carden sebenarnya. Namun, Cyrene tetap mengutamakan tugasnya. Dia bawa sang wanita turun perlahan ke depan gerbang rumah sakit. Di sana sudah ada satu anggota Clam yang menunggu. Cyrene terkejut dan menyerahkan wanita itu padanya. “Anda selalu terkejut ketika melihat kami, Crimson,” ucap pria tinggi berkacamata dengan seragam berlogo cangkang kerang emas. Refleks gadis itu mengedip dan memalingkan wajahnya ke arah wanita yang tadi dia turunkan. Pria muda itu membopong wanita yang mulai sadar dari pingsannya itu dan berjalan ke dalam tanpa bicara apa-apa lagi. Cyrene menghela napas dan menaikkan kembali tudungnya sebelum orang lain menyadari keberadaannya. Dia berbalik dan menemui Carden di jalan besar. “Malam ini kita akan menemui Hazaru dulu,” katanya singkat. “Untuk melaporkan kejadian tadi?” Carden mengangguk. Mereka pun kembali berjalan, kali ini menuju sebuah persawahan, bukit, dan hutan kecil. Jauh dari pemukiman warga. Perjalanan yang sangat jauh, oleh sebab itu Carden membopong tubuh Cyrene dan terbang di udara. Gadis itu selalu terpana melihat Carden ketika membawanya terbang. Hal ini hanya sesekali terjadi kalau genting. Bola mata Cyrene bercahaya di bawah rembulan yang hampir tertutup awan mendung. Dia tidak pernah mengerti pun bertanya bagaimana pria itu bisa terbang tanpa bantuan apa pun. Pria itu juga tidak pernah mengatakan apa pun mengenai itu meski dia tahu betul tatapan Cyrene penuh selidik. Tak perlu waktu lama, mereka pun tiba di depan gerbang markas Dolphin yang sangat besar dan dijaga ketat. Sekali lagi, mereka masuk ke area itu dan menuju ke ruangan di mana Hazaru berada. Pintu digeser, Hazaru menyambut mereka seperti biasa. Kali ini, ruangan itu sangat hening. Hanya ada satu pria paruh baya yang masih terlihat sehat bugar. “Bagaimana, Carden?” tanya pria itu dengan suara agak seraknya. Carden dan Cyrene duduk bersimpuh di hadapan pria dengan pakaian kimono tidurnya itu. “Rorskuxin muncul. Tetapi, keadaannya cukup lemah,” jelas Carden. Hazaru masih bergeming, tetapi rautnya berubah menjadi lebih serius. Kedua tangannya bersedekap. “Lalu, bagaimana denganmu, Crimson?” Cyrene pun mengangkat wajahnya. “Aku … baru pertama kali melihat wujud aslinya. Walau dalam keadaan lemah, dia terlihat begitu mengerikan. Tapi, aku sudah menambah skill. Aku akan terus berlatih, aku pastikan bahwa semua akan baik-baik saja.” Hazaru mengangguk. “Aku rasa skill-mu itu tidak cukup, Crimson. Kau perlu lebih kuat lagi, lebih kuat dari siapa pun bahkan Carden.” Sontak Cyrene terkejut mendengarnya. “Tapi--” “Kau tidak percaya diri? Kau tidak bisa melakukannya? Tidak apa-apa, kalau begitu kau harus bersiap untuk mengulang kejadian di masa lalu yang menewaskan ibu dan ayahmu. Mungkin kali ini lebih parah, aku, Carden, Hyusa, Itto … Kerie.” Jantung Cyrene berdenyut. “Tidak! Aku tidak akan membiarkannya menang. Aku tidak akan membiarkan dia merenggut lebih banyak lagi. Aku berjanji, Tuan Hazaru. Sebelum waktu itu tiba, aku pasti … pasti--” “Aku percaya padamu, Crimson. Aku hanya mengingatkanmu, kau sangat kuat, aku berharap banyak padamu. Hmm, bukan hanya aku, tapi semua orang. Kedamaian negara dan dunia ada di tanganmu.” Hazaru tidak pernah benar-benar membuatnya tenang, justru malah memperparah keadaan. Cyrene semakin ditekan. Kini semua beban ada di pundaknya. Tubuhnya langsung merasa lemas dan kepalanya semakin menunduk. “Baiklah, itu saja laporan hari ini. Aku akan menyuruh Hyusa dan Itto berpatroli. Aku juga akan meminta bantuan Clam untuk mempersiapkan keadaan terburuk,” ucap Carden sebelum membungkuk dan berdiri. “Ya, aku akan memberikan izin untuk beberapa pembasmi hebat, ikut berpatroli membantu kalian,” balas Hazaru. Cyrene pun ikut berdiri dan keduanya pun pamit dari sana. Jantung Cyrene berdegup kencang, darahnya bergejolak tidak tenang seolah ada energi lebih yang tiba-tiba keluar dari dalam tubuhnya. Ketika mereka tiba di luar gerbang, gadis itu meremas dadanya. Tenanglah! Aku tidak akan membiarkanmu berbahagia! Kepalanya sibuk berdebat sepanjang perjalanan pulang itu. Carden sengaja membiarkannya sampai masa-masa kritis kembali terdeteksi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN