New Skills

1199 Kata
“Kau sudah lebih baik?” tanya Carden ketika menurunkan tubuh Cyrene di dalam rumahnya. Gadis itu mengangguk dan pergi ke wastafel dapur untuk membasuh mukanya. Sementara Carden berjalan ke kulkas dan mengambil dua kaleng soda. Kemudian dia duduk di meja leseh tempat Cyrene tidur semalam. Dia membuka salah satu kalengnya dan menaruh di sampingnya, lalu dia membuka yang lain untuk diteguk sendiri. Cyrene pun duduk di sana dan meneguk kaleng sodanya. “Apa aku mengacau?” tanya Cyrene membuka suara. Carden menghela napas. “Tidak juga, setidaknya kau berhasil mengatasi dirimu sendiri dan mengalahkan monster itu.” Cyrene meremas kalengnya dengan tatapan khawatir. “Apa … orang itu … mati?” Manik keemasan Carden melirik Cyrene dan bibirnya tersenyum. “Tidak, aku masih bisa merasakan kehidupan dari rumah itu. Hyusa dan Itto telah mengurusnya.” Gadis itu mengangguk dan meneguk minumannya kembali dengan rasa lega. “Tadi itu … teknik yang dimiliki oleh Redric,” lanjut Carden. “Ya, ayahku yang mengajari. Tapi, saat itu aku belum bisa melakukannya karena belum pernah bertemu dengan iblis sekuat itu sebelumya. Selain itu, aku masih tidak berani mengingat ayah dan ibu.” “Mulai sekarang, kau harus melatihnya. Itu sangat penting, itu adalah kekuatan murnimu. Kau sudah cukup menguasai teknik penyembuhan dari anggota keempat King.” Cyrene pun terkejut dan menatap Carden dengan penuh tanya. “Anggota keempat? Bukan milik ibu?” “Yap, aku mengajarimu karena ibumu juga memang bisa melakukannya, tapi terbatas. Dia sendiri mendapatkan ilmu itu dari anggota keempat King. Dia seorang gadis muda, saat itu seumuran denganmu sekarang. Teknik pengobatannya sangat luar biasa, dia juga tidak mudah terpengaruh oleh iblis, bahkan bisa membuat perisai kubah yang cukup kuat.” Suara burung bercicit di taman rumah terdengar begitu menenangkan. Apalagi dengan angin musim semi yang mulai menyeruak di udara. Cyrene tidak pernah tahu mengenai sosok anggota keempat itu, tidak ada yang menyinggungnya sejak dia masuk ke tim King. *** Cyrene mengingat kembali semua kisah yang disampaikan Carden padanya. Tim King terdiri hanya dari empat orang. Mereka terbentuk sejak Aijo-ibu cyrene-beristirahat selama masa kehamilannya. Aijo adalah salah satu tim King setelah Carden dan Hazaru. Sejak awal hanya ada tiga anggota. Lalu, Hyusa masuk di susul dengan Itto yang sedang dalam tahap uji coba untuk bergabung dengan tim King. Tak hanya mereka. Sakhi, seorang gadis remaja didikan dari kelompok pertahanan yang sangat mengidolakan Aijo, nekat menawarkan diri untuk bergabung. Kelompok pertahanan yang tak lain adalah Clam. Pakaiannya tak jauh berbeda dengan seragam kelompok Dolphin, hanya lambang dan list seragamnya yang berbeda. Dolphin memiliki list merah berlambang lumba-lumba merah sedangkan Clam dengan list dan lambang cangkang kerang emas. Pada saat itu, Sakhi adalah seseorang yang sangat dicintai dan dibutuhkan. Semua orang menyukainya karena sifat lembut dan ramah pada siapa pun. Semua orang ditangani tanpa pilih kasih. Memang dia adalah seorang ahli penyembuh yang tak diragukan lagi kemampuannya. Dia yang paling hebat di bawah didikan ketua Clam. Namun, sejak dirinya resmi bergabung menjadi penerus tim King, tugasnya semakin besar. Bahkan dia hanya diminta memperioritaskan keselamatan tim King. Karena tim King adalah yang terkuat dan tidak boleh mati. "Kau baik-baik saja? Kita latihan di sekitar sini saja," tegur Carden. Cyrene terbangun dari lamunannya. "Ya, baiklah." Mereka memandangi jalan padat penduduk di bawah jembatan penyebrangan. Mereka mencari sesuatu yang cukup kuat. Ada banyak iblis-iblis tingkat rendah yang mengikuti para manusia di bawah sana. Lalu, seorang pria berseragam kantoran datang menaiki tangga. Tubuhnya terlihat lemas dan wajahnya gelap. Bayangan hitam mengikutinya. Pria itu juga terlihat sangat kurus dan lusuh. Carden dan Cyrene saling tatap. Setelah mendapat persetujuan dari Carden, gadis itu pun mulai mengangkat tangannya ke udara. Mencoba mengulang ritual yang sebelumnya pernah dia lakukan. Semakin dekatnya pria itu, Cyrene langsung memulai ritualnya. Iblis itu berbentuk seperti asap dan debu hitam yang bersemayam di sekujur tubuh pria tersebut. Hingga ketika mereka berpapasan, pria itu menghela napas dan berkata, "Aku malas sekali bekerja. Kenapa aku harus lelah-lelah bekerja? Gaji tidak seberapa." "Apulium, keluarlah dari tubuh orang itu!" pekik Cyrene dengan kedua tangan yang berhasil mendapatkan ukuran sang iblis. Sontak orang itu menoleh padanya dan wajahnya langsung berubah hitam kotor. "Jangan menggangguku!" teriaknya melayangkan tas kantor pada Cyrene untuk memukulnya. Refleks gadis itu melompat ke pagar pembatas. Dengan cepat, dia mengunci cahaya hitam yang dia serap itu di tangannya. Lantas, pria itu mengerang. Beberapa orang di sekitarnya terkejut dan panik menyaksikan keadaan tersebut. Cyrene masih fokus, tapi sesuatu terjadi. Cahaya hitam itu bergejolak. Kedua tangannya terasa sangat ringan, hingga membuatnya dengan cepat menutup tangannya. Seketika pria itu meledak menjadi debu. Iblis bernama Apulium itu meringis. Carden langsung mengeluarkan cahaya emas menyilaukan dari telapak tangan kanannya ke arah abu tersebut. "Cepat lakukan, aku akan menahannya!" perintah pria itu. Cyrene yang panik sembari menyipitkan mata pun langsung membuat simbol ikatan di tangannya. Abu itu terhisap kembali pada satu titik dan meledak jadi asap yang tak begitu nyata. Cyrene pun mengintip dan perlahan cahaya menyilaukan itu turut menghilang. Cyrene membuka mata lebar-lebar dan turun dari pijakan di atas pagar tadi. "Apa yang terjadi? Apa aku membunuhnya?" "Tidak, aku menahan kekuatanmu barusan supaya tubuh dan jiwanya tidak hancur lebur." Cyrene termangu melihat seonggok manusia terkapar di atas aspal. Semua orang lantas menatapnya ngeri. Bisik-bisik langsung terdengar seiring mereka berjalan cepat melewati mereka. "Apa dia mencoba membunuhnya?" "Untung saja ada Tuan Carden. Dia … benar-benar monster!" Namun, gadis itu hanya bergeming dan melempar senyum pada Carden. "Seperti biasa, terima kasih banyak. Aku rasa, aku belum benar-benar menguasainya." "Tidak apa-apa, itu tujuan kita latihan siang ini. Ayo kita cari lagi!" ajaknya. Namun, sebelum mereka benar-benar pergi, petugas pertahanan sudah dihubungi dan segera datang ke sana. Cyrene berpapasan dengan mereka sesaat sebelum mereka pergi. Logo cangkang kerang emas ada di kerah baju mereka. "Jadi, itu anggota Clam? Clam adalah tim pertahanan?" tanya Cyrene yang menyusul langkah Carden di depannya. "Ya, Clam adalah tim pertahanan, pengobatan, dan pembuat senjata hebat untuk kita para pembasmi iblis." "Dan … Sakhi-senpai, berasal dari sana? Dia yang terhebat, tapi mengapa dia bisa … gugur?" Cyrene semakin penasaran atas kisah anggota keempat King itu. "Kau akan tahu pada waktunya. Sekarang, fokus melatih skill-mu. Besok kau sudah harus berlatih dengan Biksu Roku. Setidaknya kau harus menambah kekuatanmu sebelum saat itu tiba." Cyrene hanya diam dan mengangguk. Dia sendiri merasa terpecut, dia ingin sekali menjadi lebih kuat. Dia tidak mau menyulitkan semua orang ketika malam Super Moon tiba. Dia terlalu takut akan ada nyawa lain yang gugur karena dirinya. Kalau sampai itu terjadi, dia merasa benar-benar menjadi seorang iblis. Carden menunjuk sebuah gang di belakang pertokoan. Cyrene mencoba berlatih memusnahkan para iblis kecil seperti Jakuto-iblis tingkat 5 yang bersarang dalam makanan atau minuman manis dan menyerang korban dengan membujuknya untuk terus makan makanan manis sampai menjadi obesitas dan gagal jantung alias mati. Lalu, Apulium, seperti yang dia temui di atas jembatan. Iblis tingkat 4 yang berbentuk asap atau debu hitam. Merasuki orang-orang yang malas dan membuatnya selalu menjauhi hal-hal baik. Membuat korbannya memilih mengurung diri di rumah dengan ruangan yang kotor atau memaksa tidur di tempat yang kotor sampai korban itu malas juga untuk makan dan tewas. Meski itu bukan tugasnya, tapi untuk latihan ini, Carden telah meminta izin pada Hazaru untuk meminta sedikit bagian dari tugas pembasmi iblis tingkat rendah itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN