Mall siang itu cukup ramai, tapi Reza dan Aluna berjalan santai seolah dunia milik mereka berdua. Aluna menggandeng tangan Reza erat, sambil sesekali menyandarkan kepalanya ke bahu sang suami. Mereka baru saja selesai belanja—Aluna membawa satu kantong besar berisi dress dan sepatu baru, hasil keliling seharian. “Makannya di situ aja, yuk,” kata Aluna sambil menunjuk salah satu restoran semi-outdoor yang cozy di pinggir koridor. “Laper banget.” Reza mengangguk. “Apa pun buat istri cantikku.” Mereka memilih tempat duduk di sudut, agak tersembunyi. Reza memesankan makanan favorit Aluna tanpa perlu bertanya, membuat perempuan itu tersenyum makin lebar. “Suka deh kalau kamu kayak gini. Hafal semuanya,” puji Aluna manja. Reza hanya tersenyum, tangannya menggenggam tangan Aluna di atas meja

