Aluna baru saja merapikan pakaian terakhir ke dalam koper ketika suara ketukan kembali terdengar dari arah pintu. Ia menarik napas pelan, lalu membuka pintu—dan seperti yang sudah ia duga, Reza berdiri di sana. Senyumnya langsung merekah saat melihat wajah suaminya. “Sayang…” Tanpa banyak kata, Reza merentangkan tangan, dan Aluna langsung menyambutnya dalam pelukan hangat. Wajahnya tenggelam di d**a Reza, menghirup aroma sabun yang begitu ia kenal. “Aku kangen,” gumam Reza, mengecup rambut istrinya. “Aku juga,” jawab Aluna lirih. Mereka berdiam sejenak dalam pelukan, menikmati momen sederhana yang terasa begitu hangat setelah semalam penuh sorotan dan kegelisahan. “Gimana acaranya?” tanya Reza, sambil menatap wajah Aluna. “Seru. Glamour banget. Aku gak menang sih, tapi tetap menyena

