Bab 22| Maaf

1448 Kata

Aluna berdiri di depan kaca besar kamar hotelnya, menatap refleksi dirinya yang mengenakan gaun panjang berwarna emerald dengan potongan bahu terbuka. Malam ini, ia menghadiri malam puncak ajang penghargaan bergengsi—sebuah momen besar dalam kariernya sebagai influencer. Ia tersenyum kecil. Akhirnya kerja kerasnya dilirik juga. Ia tak hanya masuk nominasi, tapi juga mendapat tempat duduk sederet dengan beberapa nama besar di dunia hiburan. Dunia yang dulu hanya ia tonton di layar kaca, kini menjadi bagian dari langkahnya. Dan Reza? Reza tahu sejak awal Aluna akan menginap malam ini. Ia bahkan mengantar Aluna ke tempat penjemputan brand yang mengundangnya. Sikap Reza tampak tenang, seperti suami yang mendukung penuh istrinya bersinar. Acara malam itu berjalan meriah. Kilauan lampu, kar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN