Bab 21| Jijik

1114 Kata

Sekar duduk di atas ranjang tipisnya sambil mengenakan piyama tidur yang sudah kusam dan lusuh. Gerakannya lambat, seperti tak punya tenaga, dan wajahnya tampak sayu, penuh kesedihan yang ditahan-tahan. Reza duduk di sisi kasur, masih mengenakan kausnya. Matanya menatap Sekar lama, seolah membaca pikirannya yang penuh kabut. Lalu ia mengulurkan tangan, menyentuh perlahan rambut Sekar yang tergerai. “Kamu mau aku beliin baju baru?” tanyanya tiba-tiba. Sekar menoleh pelan, alisnya berkerut samar. Reza melanjutkan, suaranya lembut, “Atau kamu mau cincin, kalung, apa aja? Kamu nggak harus pakai baju yang itu-itu terus. Aku bisa kasih kamu apa aja.” Sekar diam beberapa detik. “Buat apa, Mas?” “Biar kamu bahagia.” Sekar menatap langit-langit sejenak, lalu berbisik, “Bahagia itu bukan soal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN