Pagi itu, udara terasa lebih ringan dari biasanya. Kontrakan sederhana Sekar disapu cahaya matahari yang lembut, menyelinap lewat tirai tipis jendela. Ia membuka matanya perlahan, mendapati dunia masih berdiri, dan hatinya… untuk pertama kali dalam beberapa lama, terasa damai. Reza tidak jadi datang semalam. Setelah berpikir panjang, Sekar akhirnya membalas email Reza dengan jawaban pendek, sopan, tanpa membuka ruang percakapan: “Turut berduka cita, Mas. Anak-anak baik, aku juga baik-baik aja. Mas nggak usah khawatir." Tidak ada balasan panjang dari Reza. Tidak ada teror emosi yang biasa mengikuti. Dan malam itu berlalu sunyi, tenang, menyisakan rasa lega yang samar-samar menyebar di d**a Sekar. Hari ini, ia kembali ke lapak Bu Norma dengan semangat baru. Mengenakan apron lusuh,

