Rumah orang tua Aluna dipenuhi para pelayat. Suasana haru membungkus udara, bercampur aroma bunga sedap malam yang menusuk hidung. Reza berdiri di antara para pria, mengenakan baju koko sederhana, wajahnya serius dan khusyuk. Ia yang memimpin salat jenazah, suaranya mantap, gerakannya penuh wibawa. Beberapa orang menepuk pundaknya sesudahnya, mengucapkan terima kasih karena memimpin prosesi dengan tenang. Di mata keluarga Aluna, Reza tampak seperti menantu idaman—dewasa, bertanggung jawab, religius. Tak ada yang tahu, di balik jubah kesantunan itu, ia menyimpan seorang perempuan lain. Sekar. Wanita yang ia dekati tanpa ikatan sah, dalam dosa yang ia pelihara diam-diam. Setelah pemakaman, tamu mulai berkurang. Hanya keluarga dekat yang masih bertahan. Reza akhirnya menarik napas pan

