Bab 19| Pindah

1369 Kata

Pagi itu, udara di ruang rawat anak masih dingin. Nara mulai bisa membuka mata, meski tubuhnya masih lemas. Sekar tetap duduk di sisi ranjang, menyeka keringat putrinya, sementara Naya masih tertidur di pojok ruangan, memeluk boneka kesayangannya. Reza datang sekitar pukul tujuh. Ia membawa makanan dan s**u kotak untuk anak-anak. Tak banyak kata saat ia masuk, hanya sekadar meletakkan kantong belanjaan di atas meja kecil dan duduk di kursi dekat jendela. “Gimana Nara hari ini?” tanyanya pelan. “Udah gak muntah,” jawab Sekar singkat. “Tapi masih panas. Kata perawat, harus nunggu tiga hari buat pastiin reaksinya ke obat.” Reza mengangguk pelan. “Kamu sendiri udah makan?” Sekar hanya menggeleng. Tangannya sibuk menyuapi Nara dengan bubur dari kantin yang ia beli semalam. Reza duduk diam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN