Sudah pukul dua dini hari. Leo bangkit dari tempat tidurnya dengan raut wajah kesal lalu membuka pintu. Suara cekikikan yang sebelumnya samar itu kini terdengar lebih jelas. Siapa kiranya kuntilanak yang belum tidur di pagi buta itu? Ups salah ... Leo menggelengkan kepalanya. Sudah pasti yang kurang kerjaan itu bukan kuntilanak melainkan Gizka Amanda. Leo melangkah ke dapur, menuangkan segelas air lalu meminumnya untuk membasahi tenggorokannya yang kering. Indera pendengarannya menangkap samar suara Gizka yang tengah berbicara dengan seseorang lalu kemudian sesekali terdengar suara tawanya. Pria itu duduk di meja makan. Mengusap rambutnya kasar lalu tertawa kecil. Entah apa yang ditertawakannya. Hanya ia yang tahu. Matanya terlihat mengantuk, sayangnya suara Gizka yang seharusnya tidak

