"Untuk berapa lama?" "Saya juga kurang tahu, Bu. Manut saja sama keputusan Mas Nata." "Ouh iya. Saya doakan kalian tetap jadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah." "Aamiin, Bu." "Kamu sehat 'kan?" Tanya Bu Menik memecah hening yang bergelayut di pikiran Naya. Naya sempar terpikir bagaimana menjawabnya. Apakah ia harus menceritakan kondisi kesehatannya? "Nak Naya...," tanya Bu Menik kembali. "Iya, Bu. Alhamdulillah, saya sehat. Ibu sendiri?" "Alhamdulillah kalau gitu. Saya juga sehat, Nah." "Oh ya, mari Ibu antar ke warung. Kebetulan Ibu mau beli kekurangan bahan makanan." "Nggak ngrepotin, Bu?" "Manusia itu ya saling merepotkan to, Nak. Hanya berbeda di niat dan tindakannya saja." "Maksudnya?" "Iya. Kalau memahani repot sebagai beban, yasudah cuma sampai situ aaja. Sed

