(POV Nata) Bagaimana bisa harus ia pilih? Meninggalkan istrinya? Itu hal yang tak mungkin dilakukannya. Satu-satunya yang mau tak mau ia relakan adalah seluruh harta kekayaannya. Namun, ia tak menyangka. Akan berpindah roda kehidupan begitu cepat. Padahal, susah payah ia membangun bisnisnya, bahkan saat sebelum menikah dengan Naya. Hingga sampai sekarang inilah, ia menjadi pengusaha sukses. Tak lain tak bukan, karena teman berjuang dalam keluarganya. Istri tercintanya. Naya. *** "Sayang, kamu baik-baik saja?" Nata menjenguk Mala di rumah sakit. "Maaf kalau aku terlambat. Kamu baik-baik saja 'kan?" "Aku baik-baik saja, Mas. Gimana pekerjaan di kantor? Lancar?" Itulah Naya. Ia selalu berusaha menjadi telinga yang baik bagi suaminya. Bahkan, saat kondisi seperti sekarang ini. Dimana

