"Aku mohon kamu mau ya dirawat ke rumah sakit, Sayang." Pinta Nata. "Aku gapapa, Mas. Cuma butuh istirahat." "Inget kata dokter kemarin, 'kan? Kamu mesti dirawat, Sayang...," digenggamnya tangan Naya. Istrinya tercinta. "Aku gamau ngrepotin kamu, Mas." "Ndak ada ngrepotin dalam rumah tangga. Kita saling melindungi. Saling menjaga." "Kamu mau, ya?" "Tapi..." "Ssstt... ini demi kebaikanmu. Aku pengin kamu bisa rasain nikmat sehat." Naya tersenyum. Perempuan bermata teduh itu masih memancarkan keteduhannya. Meski matanya sayu, tapi perihal keteduhan tak kenal layu. "Aku nanti antar kamu ke rumah sakit sebelum berangkat. Nanti setelah pulang, aku janji bakal langsung jenguk kamu. Temenin kamu." Tuturnya begitu menjaga istrinya. "Makasih sayang." *** Pernah membayangkan kehidupan y

