Part 117 - Tawaran Keempat Wira

1157 Kata

"Tapi... aku tak ingin kamu menderita karena aku, Mas." "Kamu bicara aku? Siapa bilang aku menderita? Hanya karena tak punya anak? Kita bisa adopsi anak kalau mau. Selesai 'kan?" Ardi berbicara dengan sedikit emosi. "Mas..." Naya terisak. "Maafkan aku." "Humm." Nata mengembuskan napas panjang. Menenangkan dirinya kembali. "Sayaang... sudah, jangan nangis, yah. Mas bahagia sama kamu. Dengan keadaan apapun. Mas mohon jangan minta Mas ngelakuin hal yang akan bikin kamu sakit." "Jangan. Yaah?" Pinta Nata lembut pada Naya. Seraya memeluknya. Pernahkah terpikirkan bagaimana menjadi sesuatu yang terkadang, kita sendiri tak pernah menginginkannya? Namun realita berubah. Semesta bergerak. Nata harus tetap melanjutkan kehidupannya. Setiap orang berjalan dengan kesedihannya masing-masing. Be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN