Part 116 - Tetaplah Disini

1107 Kata

"Oh ya, hampir lupa." "Apa?" "Kejutan?" Tanya istrinya penasaran. "Apa hayo?" "Ih... apaan." Cubitnya pada Nata. "Lupa belum mandi!! Weee." Ledek Nata. "Ih...dasar. Pantesan wangi!" "Kok wangi?!" "Wangi keringetan!" "Haha...aku mandi dulu ya, Sayang." Naya mengangguk. Ia kembali melanjutkan memasak. Nata begitu menyayangi istrinya. Di luar sana mungkin ada yang lebih cantik. Namun, kecantikan hati istrinya yang membuatnya menetap. Meski waktu terus bergulir, apa yang menetap dan akan selalu ditatap. "Aw! Mas ... perutku." Naya meringis menahan sakit. "Mas..." Naya memanggil Nata. "Kenapa, sayang?" "Perutku sakit banget, Mas. Gatau kenapa." "Kita ke dokter aja yah?!" "Biar Mas tanyain yang punya mobil terdekat dari sini." Nata panik. "Jangan, Mas! Gausah ...," cegah Naya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN