Seperti janjinya, Nata membawa Naya menemui Mbah Toid. Hamparan luas sawah membentang begitu indahnya. "Mas, masih jauh?!" "Sudah hampir nyampe, kok. Sini Mas bantu." Nata mengulurkan tangannya. Membantu istrinya menyebrangi sebuah aliran pengairan. "Sejak kapan bahagia tercipta? Bagaimana harmoni bisa bertahan lama?" Adakalanya mungkin itu salah satu tujuan utama setiap keluarga. Begitupun yang diharap Nata dan Naya. Tok... tok... Sebuah ketukan Nata layangkan. Beberapa saat kemudian, sosok itu membuka pintu. "Assalamualaikum, Mbah. Maaf, datang pagi-pagi." "Waalaikumsalam... silakan masuk, Nak." "Sendiri?" "Sama istri, Mbah." "Sayang... sini masuk." Pinta Nata pada Naya yang duduk di dipan luar rumah Mbah Toid. "MasyaAllah... ini Mala istrimu? Sehat, Nak?" "Alhamdulillah se

