"Naya!!" Panggil Nata dari jarak beberapa meter. Wajah gembiranya terpancar. "Mas? Sudah pulang? Aku belum masak." "Gapapa. Mas nanti bantuin." "Aku ada kabar gembira buat kamu sayang." "Apa itu, Mas?" "Yukk... ngobrol di dalam. Kita masuk dulu." Nata meraih tangan Naya. Seakan tak sabar menceritakan apa yang terjadi. "Sayang..." "Iya, Mas?" "Ternyata katamu bener. Silaturrahmi nambah rejeki." "Mbah Toid, sayang. Beliau percayakan sawahnya buat kita garap lagi." "Beneran, Mas?" "Iya. Mas juga kaget awalnya. Seperti katamu kan, niatnya silaturrahmi saja. Tapi Mbah Toid pengin saya cerita. Akhirnya tak ceritain. Jadi gini dh." "Alhamdullah ya, Mas. Aku yakin kamu bakal lebih sukses nantinya." Ucap Naya lembut seraya menatap Nata. "Ko kamu bisa percaya gitu?" "Matamu yang memb

