Part 108 - Amanah Mbah Toid

236 Kata

"Saya tau kamu pasti berat dengan kondisi seperti ini. Sama seperti saya dulu melihat kamu pertama kali." Nata hanya menyimaknya penuh khidmat. Seakan menunggu kata demi kata yang keluar dari Mbah Toid. "Kamu masih ingat dulu apa yang pertama kamu lakukan?" "Ketika saya menawarimu harta, tempat berdagang, wanita, kamu dengan tegas memilih mencari menunjukkan ladang yang kosong untuk kamu garap." "Sungguh, saat itu saya takjub melihat orang sepertimu, Nak Nata." Nata terkesima. Matanya seakan terbawa ke beberapa tahun silam itu. Ya, saat itu kondisi perusahaan yang bangkrut. Mbah Toid adalah orang pertama yang membantunya di kampung itu. Ia dengan ikhlas dan tegas menawati tawaran menggiurkan. Paling suka menyajikan penawaran-penawaran dalam hidup. "Mbah ... terima kasih sejak dulu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN