Part 107 - Nasihat Mbah Toid

214 Kata

"Saya salut sama Mbah." "Ah... Mbah ini sudah tua. Sudah waktunya dekat sama Yang Kuasa. Mungkin lewat dikasih penyakit, Gusti Allah pengin saya lebih inget." "Mbah masih terlihat kuat ko, Mbah. Semangat ya." "Hahaha... ada-ada saja kamu, Nak." "Kamu kembali ke kampung mau apa? Bosen di kota? Liburan? Asal jangan bangun pabrik di sini saja! Nanti saya usir. Haha." Mbah Toid masih sama. Orang yang supel dan gemar membantu sesama. "Saya sepertinya ditakdirkan kembali ke kampung, Mbah." "Maksudnya? Usahamu bangkrut, Nak?" "Saya bingung harus cerita darimana, Mbah. Yang jelas, sekarang saya sudah gapunya apa-apa lagi. Selain istri saya." "Hahah... emang dulu kamu punya apa, hah? Orang di dunia ini cuma titipan, ko. Ndak ada yang benar-benar milik kita." Jawab Mbah Toid bijak. Nata te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN