Part 109 - Terima Kasih

202 Kata

Nata tak menyangka bisa bertemu kembali dengan Mbah Toid. Salah seorang tokoh desa yang begitu berwibawa. Bukan karena hartanya, bukan pula karena jabatannya. Namun, kerendah hatiannya membantu sesama. Hari itu Nata menemukan secercah harapan baru. "Mbah yakin mau percayakan saya kembali?" "Nak... saya ini sudah tua. Sudah gakuat garap sawah banyak-banyak." "Tapi Mbah kan bisa serahin ke orang lain yang lebih berpengalaman. Mbah yakin mau membantu saya?" "Nak Nata ...," "Iya, Mbah?" "Nak ... saya sudah anggap Nak Nata bagian keluarga saya. Nak Nata itu orangnya jujur. Bisa dipercaya." "Mbah yakin?" Mbah Toid menepuk pundak Nata. Seraya tersenyum, ia bangkit. "Istrimu di rumah 'kan?" Tanya Mbah Toid. "Iya, Mbah. Saya suruh di rumah. Maaf, belum sempet kesini." "Ndakpapa, sekar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN