"Astaghfirulloh, kok aku lupa belum beli bahan-bahan makanan. Sudah habis lagi." Gumam Naya. Naya langsung mengambil dompetnya. Bersegera pergi ke warung. Namun, hal tak diduga terjadi. Seseorang nun jauh di sana, agaknya sudah dari tadi menantinya. Ya, laki-laki bertopi hitam itu. Naya setengah takut. Matanya yang tiba-tiba menatapnya membuatnya segera berlari. Mencari sudut keramaian. Maklum, jalan menuju warung itu tertutup salah satu pekarangan yang cukup sepi. Naya berjalan terburu. Semakin terburu. Melewati suatu g**g. "Astaghfirulloh... mau apa kamu?" Naya refleks mengatakannya. Namun, di depannya bukan laki-laki bertopi hitam itu. Melainkan seorang ibu bermata sayu. "MasyaAllah ... ini Kemala? Naya istrinya Nata?" "Bu Menik? MasyaAllah." Segera Naya memeluknya. Haru. Sudah

