"Alhamdulillah ya, Mas. Sekarang sudah dapat bibit unggulnya. Aku yakin, kamu pasti bisa merawat sawah itu dengan baik," ucap Naya menyemangati suaminya. "Iya, Sayang. Oh iya, ada yang belum. Hampir lupa." Nata menjedakan langkahnya. "Apa, Mas?" "Pupuk! Kita belum dapat pupuknya. Kamu tahu, Sayang?" "Ehm... oh ya, bukannya aku pernah lihat kandang kambing pas mau jalan ke warung, Mas. Coba tanya aja kesitu. Gimana?" "Oh ya? Berarti kita kesana dulu aja sekalian. Yah?" "Siap, Mas!" "Makasih, istriku." Nata dan Naya segera melanjutkan perjalanannya. "Nah... itu dia, Mas." "Coba aja kita kesana." Naya menunjukkan sebuah kandang kambing. "Permisi, Pak... maaf mau tanya, ini kandang kambing punya siapa, yah?" Nata bertanya pada salah seorang bapak yang kebetulan lewat. "Ouh... ini

