Part 125 - Bertemu Kang Herman

1262 Kata

"Kenapa berhenti? Ayo pukul!" Wira menantang Nata. "Kurang ajar, kau! Aku tak akan mengotori tangan ini untuk orang licik sepertimu, Wira!" "Haha... kita lihat saja nanti. Siapa yang akan istrimu pilih. Kau... mantan miliarder yanv sekarang kere. Atau aku yang memiliki semuanya? Hahaha," gelak tawa Wira seakan memenuhi kepala Nata. Nata tak merespon lama. Ia segera pergi untuk menyiapkannya. Esok, adalah permulaannya. "Sawahmu tepat di samping sawahku. Itu masih punya Mbah Toid. Beliau yang meminjamkannya untuk rencana ini. Saya harap kamu bisa jujur. Jangan licik!" ucap Nata Tegas. "Baiklah... saya tak sabar menanti kekasihku, Kemala Ningrum. Oh... Kemala, ratuku. Hahaha." Wira tertawa seperti orang gila. Ambisius dan egois telah membutakannya. Nata meninggalkannya dan segera pulan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN