Lamaran menjadi hari bahagia bagi yang menantikannya, aku pun demikian tapi sekarang aku belum siap untuk mengarungi bahtera rumah tangga, tanah makam suamiku bahkan belum kering bagaimana kata orang. Orang yang jahat pasti mengira aku janda gatal dan lain-lain yang pastinya negatif. Aku bingung tak ada persiapan sama sekali. "Gimana nih, Lis gue bingung gak tau harus ngapain dulu ...." "Lo izin aja dulu ma bu bos buat besok ...." ucap Lisa datar sambil menatap layar HP-nya. "Ide, bagus. Yaah ... kita gak jadi keluar dong ya?" bibirku monyong memeluk lengan kanan Lisa. "Ganti jadwal sekarang kita cari kebaya buat besok," "Wah, ide bagus, gak rugi gue punya temen lo, Lis hahaha," Mataku berbinar memandangnya antusias. Lalu aku menghapus coretan eyeliner di pelipis dan mentouch-

