Mos dan Cinta Pada Pandangan Pertama
Sudah ketiga kalinya gadis mungil tersebut memperhatikan penampilan dirinya. Sepatu converse biru, kaos kaki putih, rambut dikuncir dua dengan pita merah kuning.
Tidak lupa topi kerucut yang bertengger manis diatas kepalanya beserta nama d**a menggunakan kertas karton yang sudah di laminating, Mikayla Azzura.
Hari ini adalah hari pertama Mikayla masuk sekolah, itulah alasan mengapa ia sangat memperhatikan penampilannya.
Disela-sela sibuk memperhatikan diri, tak jarang gadis manis tersebut melihat anak-anak lain yang masih menggunakan seragam putih biru sama seperti dirinya.
Mika, nama panggilan gadis berponi tersebut jelas sudah mempersiapkan dirinya dengan maksimal untuk menjalankan MOS nanti.
"Hey, lo temen sekelas gue kan? Gue inget banget. Sacara lo doang yang berwajah arab dan oriental." Seorang cewek dengan mata sipitnya menegur Mika dan sukses membuatnya terkejut.
Mika hanya mengernyit bingung, sudah bakat alaminya jika ia tidak pandai mengingat wajah seseorang.
"Eh iya, aku Mikayla Azzura. I mean, cukup panggil Mika. Mmmm, kalau nama kamu?" Jawab Mika sembari mengulurkan tangan untuk memperkenalkan diri.
Tidak disangka-sangka gadis tersebut bisa mendapatkan teman secepat itu. Ia jelas tahu diri, kenyataannya Mika memang tidak pandai bergaul. Ia mempunyai kemampuan khusus, itulah alasan mengapa ia sengaja membatasi pertemanannya.
Bukan karena ia sombong atau memiliki darah biru, ia hanya menjauhkan dirinya sebisa mungkin dari beberapa orang yang berniat memanfaatkannya.
"Gue Rizuka Jasmeen, lo bisa panggil gue Yuka." Kini Yuka membalas uluran tangan Mika. Dari sini Mika tahu, Yuka adalah orang yang tulus.
Setelahnya Mika mengernyit heran dengan nama Jepang gadis yang baru saja menjabat tangannya. Dengan tampang lugu gadis itu menelusuri lekuk wajah Rizuka. "Kamu ada keturunan Jepang ya?"
Kulit putih, hidung mancung, mata sipit dan cukup tinggi untuk ukuran wanita di Indonesia. "Lo orang ke 129 yang bilang gue ada keturunan Jepang. Kali ini Yuka tertawa, menampilkan satu lesung pipi di bagian kanan pipinya.
"Gue nggak ada keturunan Jepang. Cuma papa gue itu sangat suka dengan nama-nama Jepang, dan gue adalah korbannya. Gue tau lo pasti mau bilang kalo muka gue emang kaya orang Jepang kan? "
Mika hanya mengangguk sebagai responnya. Ia tidak menyangka ternyata temannya ini cukup banyak bicara di awal perkenalan mereka.
Mika tidak mempermasalahkan itu, dia akan berteman dengan siapa saja asal temannya adalah orang yang tulus.
"Mama gue lah alasan kenapa mata gue sipit, tapi bukan berarti mama gue orang Jepang. Dengan kata lain gue sipit emang udah bawaan alias takdir."
Yuka melanjutkan ceritanya tentang mengapa wajahnya benar-benar seperti orang Jepang. Mika terkekeh mendengarnya.
Ketika Mika asik berbicara banyak hal dengan Yuka, seorang cowok berseragam putih abu lewat begitu saja digerbang masuk sekolah mereka.
Surprising nya cowok tersebut tidak hanya sekedar lewat! dia jelas melihat kearah Mika dan sedikit tersenyum. No! Atau jangan-jangan hanya Mika yang salah lihat.
Dan kenapa pacuan jantungnya berdetak lebih cepat hanya karena kakak kelas yang baru saja meliriknya? Tiba-tiba ucapan Kamila, sahabat Mika di SMP terngiang begitu jelas di telinganya.
"Lo emang cewek yang susah banget ya buat jatuh cinta. Sudah berapa cowok yang lo tolak? Mana sok-sokan nggak percaya lagi sama yang namanya love at the first sight.
Gue sumpahin lo bakal nemuin cinta pandangan pertama di SMA nanti." Mika tersentak kaget mengingat ucapan Kamila seminggu yang lalu.
Jangan bilang aku barusan kena sumpah serapah Kamila. Aduh, Mika nggak mau cinta-cintaan dulu! Batin Mika Shock.
---------------------
TBA | See you di next chapter yaa! xoxo?✨️