Line

546 Kata
Sudah 30 menit lamanya Mika menunggu balasan dari sahabat tercintanya, Yuka. Gadis itu berharap-harap cemas sejak Yuka mengatakan bahwa ia berhasil mengorek informasi mengenai si kakak tampan. Namun ketika dirinya sangat antusias membalas chat Yuka, sahabatnya itu dengan santai membalas “Wait me, gue boker dulu” Kalimat sederhana yang sukses membuat Mika kesal bukan main atas kebiasaan Yuka yang suka buang air besar disaat momen-momen peting. Bahkan sahabatnya itu pernah bercerita saat olimpiade matematika, ia dengan berat hati harus ke tolilet. Atas aktivitasnya itu, membuat Yuka gagal membawa medali emas. Line Dengan gerak cepat Mika langsung membuka chat nya setelah hampir menunggu selama 40 menit. Yuka : Kay, sorry gue lama. Mika : Pasti hobby lain kamu nonton drama korea sambil buang air besar. Soalnya aku nungguin sampe 40 menit. Yuka : Ehehe jangan bete gitu dong beb! Soalnya gue bawa informasi yang pastinya bikin lo seneng. Yuka : Oke, dimulai dari dia yang belom punya pacar. Bokapnya orang Jerman, nyokapnya Indonesia tulen. Dia anak tunggal sama kayak lo dan yang paling penting gue dapet linenya. Nah gue mau balasan terima kasih lo itu dengan chat si kakak tampan. Deal? Mika : Okai, boleh. Yuka : Joeyregash. Sekarang lo chat! Gue tunggu cerita lo besok. Kali ini gue beneran mau nonton drakor. Bye! Mika tersenyum mendapat balasan Yuka. Ia tak menyangka Yuka dapat mengorek informasi secepat itu. Namun suara jantungnya tak bisa ia redam yang seperti music disco yang berdegup kencang. Mika : Makasi Yuka informasinya. Sesuai kesepakatan aku chat dia sekarang. "Jadi namanya Joey Regash? Mika panggil kak Joey aja kali ya?" Gumam gadis itu. Gadis itu kembali sibuk dengan hpnya. Kemudian mulai mengetik di layar ponsel tersebut. Mika : Halo kak, aku Mikayla anak kelas 10 IPS 4 yang pernah tanya ke kakak soal ruang administrasi. Semenit, dua menit, tiga menit, 10 menit. LINE! Di menit ke 15 sebuah pesan masuk membuat gadis itu tersenyum puas. Kak Joey : Oh lo adek kelas yang dihukum bu Erika itu kan? Iya gue inget. Gadis itu awalnya tersenyum, namun ketika membaca pesan itu berulang kali, senyumnya memudar. Kenapa pula si kakak tampan justru mengingat hal buruk tentang dirinya? Mika : Ah iya kak. Nakal ya aku? Upacara malah asik ngerumpi ☹ Kak Joey : Hahaha. Bu Erika emang kejam! Bolehkah gadis itu menganggap bahwa pesan tersebut secara tidak langsung menunjukan bahwa sang kakak kelas telah membela dirinya dengan mengatakan bu Erika yang kejam? Kak joey : Btw lo tahu line gue darimana? Sebenarnya Mika kebingungan sendiri untuk menjawab pertanyaan si kakak kelas. Tidak mungkin ia mengatakan bahwa ini ulah Yuka demi kesuksesan pedekate seorang Mikayla. Tiga menit selanjutnya, gadis itu kembali menari diatas ponselnya mengutarakan karangan indahnya. Mika : Ah itu, aku denger kakak ketua ekstra kulikuler basket. Jadi aku mau join masuk club basket. Tentu saja ia tahu informasi tersebut dari Yuka. Dan momen ini dimanfaatkan Mika untuk menjadi alasannya. Kabar baiknya, Mikayla memang pintar dalam olahraga basket. Jadi tak ada salahnya sekalian bergabung dengan organisasi tersebut. Setelah mengirim pesan itu, ia tak kunjung mendapat balasan. Gadis itu mulai bosan karena sudah menunggu hampir satu jam. Kini pikirannya mulai mode on negative thingking. Tepat jam 22.00, Mikayla memutuskan untuk mengistirahatkan matanya. --------------------- TBA | See you di next chapter yaa! xoxo?✨️
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN