Kembali

1101 Kata
Mona terbangun keesokan paginya dengan perasaan yang bercampur aduk. Dia merasa lega bahwa dia telah selesai melakukan kewajiban kontrak filmya,namun bagaimana dia akan berbicara pada Adrian untuk meminta uang pelunasan kontrak dan berpamitan untuk pulang ke kota asalnya. Mona ingin membuka sebuah usaha dari uang hasil kontra itu.Dia rasa akan cukup untuk modal dan bertahan hidup beberapa tahun.Dan bisa membiayai sekolah maupun kehidupan adiknya. Jika tidak segera pergi dari rumah ini,ada kekhawatiran dalam diri Mona. Dia tidak bisa lagi menyangkal bahwa dia telah terjebak dalam kehidupan mafia yang berbahaya dan jauh dari prinsip-prinsip yang ia yakini sebelumnya. Adrian membawa Mona untuk sarapan bersama di ruang makan. Selama makan bersama, mereka berbicara tentang keadaan dan rencana masa depan Mona. Adrian menjamin bahwa ia akan selalu berada di sisinya dan membantu Mona mencari jalan keluar dari keadaan yang sulit ini. Mona merasa sangat bersyukur memiliki seseorang seperti Adrian yang selalu ada untuknya, memberikan dukungan dan kasih sayang dalam segala situasi yang dia alami. "Jadi tidak apa-apa setelah ini aku pulang ke kotaku Adrian?" "Tidak apa-apa Mona,apapun yang terbaik menurutmu." sahut Adrian.Rasa sesal telah merusak Mona dengan modus pembuatan film begitu dalam di relung hati Adrian.Baru kali ini ia merasa jatuh Cinta,bahkan justru pada seorang korban dari sindikatnya. "Aku hanya perlu uang cash beberapa saja Adrian,selebihnya bisa kamu transfer." Mona tersenyum ramah pada Adrian. "Oke." Jawab Adrian singkat.Sisi lain hatinya berkata untuk jangan melepas Mona.Ia ingin Mona masuk lebih jauh ke dalam kehidupannya. Ibu Adrian yang berada di seberang meja Mona bertanya, "Kapan rencananya Mona akan pulang?" "Rencana hari ini bu." "Oh,kok buru-buru sih Mona?" sahut kakak perempuan Adrian,Nadia. "Iya nih Mona,apa kamu tidak ingin tinggal disini dahulu beberapa hari?" bu Ratna kembali bersuara. "Saya sangat bersyukur atas tawaran kalian semua,maaf sekali.Namun saya perlu segera pulang ke kota saya karena ada beberapa hal yang perlu saya selesaikan di sana dan saya juga sudah lama tidak berjumpa adik saya bu," jelas Mona dengan sopan. Setelah selesai sarapan, Adrian membawa Mona ke ruang kerjanya untuk memberikan uang cash pelunasan kontrak dan menyelesaikan beberapa persyaratan administrasi lainnya. Mona merasa lega karena semuanya berjalan dengan lancar dan ia kini bisa segera pulang ke kotanya. "Ini sudah masuk transferannya ya Mona." Adrian menunjukkan bukti transaksi online banking pada Mona. "Lho kenapa segitu Adrian?" "Mengapa Mona? apakah ada yang kurang?" "Bukankah itu berlebihan Adrian?Seharusnya total aku menerima 15Milyar dari pelunasan kontrak ini.Kenapa totalnya dua kai lipatnya Adrian?" "Ini hanya sedikit yang bisa keberi untukmu Mona." kata Adrian menatap dengan senyum pada Mona. "Semoga ini bisa bermanfaat untuk kehidupanmu kelak Mona,Usiamu masih sangat Muda.Berhati-hatilah dalam setiap langkahmu Mona." pesan Adrian pada Mona sambil bangkit berdiri dan memeluknya.Adrian sadar bahwa ia telah terjerat Cinta Mona,namun sepanjang hidupnya ia belum pernah menyatakan secara serius dan bersungguh-sungguh menahan seorang wanita untuk tetap bersamanya. "Baiklah Adrian." "Aku yang akan mengantarmu Mona.Tanpa Driver dan Pengawal." "Oke Adrian,aku cek dahulu barang-barangku di kamar ya." Namun, di dalam hatinya, Mona masih merasa sedikit khawatir tentang bagaimana masa depannya akan terjadi. Ia masih merasa sulit untuk keluar dari lingkaran mafia yang telah mengubah hidupnya sejak ia bertemu Adrian. Namun, ia merasa bahwa ia harus mencoba untuk berpikir positif dan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan hidup. Adrian mengendarai mobil yang mereka tumpangi untuk menuju Bandara Juanda.Tangan kirinya menggengam satu tangan Mona. "Mona,mungkin kamu bertanya-tanya tentang apa ini semua dalam beberapa hari yang kita lalui?" "Benar Adrian,tapi rasanya aku tidak perlu bertanya padamu." "Benar Mona,seperti yang kamu kira,kami menjalankan banyak bisnis ilegal yang dikelola seluruh keluarga dan rekan kami." "Aku paham itu Adrian,aku membaca situasinya.Ketika sejak hari pertama hingga hari ini di setiap sudut rumahmu.Aku selalu melihat semua yabg terjadi dengan cermat." "Terimakasih Mona,aku salut padamu." "Mona,aku harap setelah kamu tiba di rumah,bisa berkirim kabar padaku.Dan aku berharap suatu ketika kamu bisa kembali ke rumahku." ucap Adrian lebih melankolis.Ini hal yang tidak wajar baginya,selama ini ia selalu bersikap tegas,ganas dan beringas,namun kini hatinya telah tersentuh sebuah rasa yang sangat istimewa. "Oke Adrian,kita akan tetap saling berkomunikasi,aku juga akan senang jika kamu berkabar tentang hari-harimu." Saat Mona tiba di Bandara untuk menuju kota asalnya, ia merasa ada tarikan hati yang berbeda. Di satu sisi, ia senang bisa kembali bersama keluarga dan memulai hidup baru, tetapi di sisi lain ia merasa sedih meninggalkan Adrian dan keluarganya. Di perjalanan pulang, Mona memikirkan kembali petualangan hidupnya selama beberapa bulan terakhir. Ia belajar banyak hal tentang dirinya sendiri dan nilai-nilai kehidupan yang penting baginya. Ia merasa bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan dan ia harus berusaha untuk berkembang dan tumbuh dari pengalaman tersebut. Saat akhirnya Mona tiba di kotanya, ia merasa gembira dan tegang sekaligus. Ia tahu bahwa ia harus segera bersiap-siap untuk memulai bisnisnya sendiri dan melihat masa depan dengan optimis. Meskipun ia masih merasa sedikit takut dan bersalah karena meninggalkan Adrian dan keluarganya, ia tahu bahwa itu adalah langkah yang tepat untuk masa depannya sendiri yang lebih baik. Mona merasa bahwa sekarang adalah waktunya untuk melupakan masa lalu dan fokus pada masa depan. Ia mengambil uang hasil kontrak filmnya dan mulai merencanakan usaha yang akan ia jalankan. Setelah melakukan riset pasar dan analisis bisnis, ia memutuskan untuk membuka sebuah kedai kopi yang di dalamnya juga menjual kue-kue homemade yang dibuat oleh adiknya. Mona menyadari bahwa ia memiliki keahlian dalam memasak dan senang membuat kue-kue yang lezat. Menggunakan uang hasil kontrak filmnya sebagai modal awal, ia mulai membeli peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk usahanya. Selama bekerja keras mempersiapkan usahanya, Mona juga terus belajar tentang manajemen bisnis dan memperdalam pengetahuannya dalam hal membuat kue yang lezat. Setelah beberapa bulan persiapan, kedai kopi Mona akhirnya buka. Usahanya cukup sukses dengan banyak pelanggan yang setia datang karena kelezatan kue-kue yang dijualnya. Mona merasa lega dan bahagia karena ia berhasil memulai usahanya sendiri dan menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membiayai biaya hidupnya dan adiknya. Selama menjalankan usahanya, Mona juga menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis yang benar. Ia memperkerjakan pekerja lokal, menggunakan bahan-bahan terbaik, dan memastikan bahwa semua produknya berkualitas yang dihasilkan dari kerja keras yang sungguh-sungguh dilakukan dengan nilai-nilai kejujuran dan integritas. Dalam waktu singkat, usaha Mona menjadi populer dan ia berhasil mendapatkan banyak pelanggan yang datang dari berbagai kalangan. Melakukan bisnis dengan cara yang benar membuat Mona merasa bahwa ia telah menemukan jalan yang benar dalam hidupnya. Mendapatkan uang dengan cara yang jujur dan etis adalah hal yang jauh lebih memuaskan dibandingkan dengan mendapatkan uang dengan cara yang tidak benar. Meski terkadang ia masih merindukan masa-masa bersama Adrian dan keluarganya, Mona tahu bahwa ia harus melanjutkan hidupnya dan membangun masa depannya sendiri dengan tekad yang kuat. Ia telah belajar banyak dari pengalaman hidupnya dan ia akan terus tumbuh dan berkembang, menemukan kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidupnya sendiri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN