Keluarga Mafia

1532 Kata
"Selamat pagi sayang." sapa Adrian pada Mona. "Selamat pagi Adrian." Mona menjawab dengan senyum manis.Meski baru saja bangun tidur dan dalam kondisi tanpa busana,Mona tampak cantik dan seksi.Hal ini membuat Adrian tak ingin kehilangan Mona.Rasa yang mulai tumbuh di hati Adrian hampir menggoyahkan bisnisnya.Semua rencananya hampir diambang perubahan.Awalnya kontrak film dengan Mona dan transaksi pembelian Mona melalui Abel senilai 20 Milyar adalah rutinitas bisnis yang dijalaninya. "Ayo kita mandi sayang." Mereka berdua berjalan menuju kamar mandi dan mandi bersama di bawah guyuran hangatnya air dari shower.Adrian membantu Mona mengusap busa sabun di punggung Mona,tangannya kemudian bergerak menggosok di arah pinggang Mona,ia melanjutkan menuju atas dan ke arah depan,dari arah bawah tangan Adrian mengusap kedua tonjolan daging kenyal milik Mona,kemudian secara perlahan jarinya memainkan kedua titik puncak tonjolan yang membulat pepal itu. Pagi ini mereka berdua mencapai puncak bersama,dan Mona merasa semakin yakin untuk menjalani hubungan lebih lanjut dengan Adrian.Pandangan mata Adrian ketika bercinta tampak tulus penuh kasih sayang,paling tidak itu yang Mona tahu sampai sekarang.Pengalaman bahasa tubuh ketika bercinta juga telah ia peroleh ketika ia berada di Klub malam dimana ia menjadi penghibur sejak usia belia. Namun mengenai masa lalu Mona ini tidak diketahui oleh Adrian.Yang Adrian tahu mona adalah perantauan.Cerita yang ia peroleh dari Abel tentang Mona hanya sebatas gadis ini kehilangan keperawanan oleh pacar pertamanya dan baru sekali melakukan hubungan.Itulah yang mendasari pertimbangan Adrian sudibmelakukan transaksi bernilai tinggi dengan Abel.Sebelumnya Adrian hanya membayar puluhan hingga ratusan juta untuk seorang remaja atau anak gadis yang akan ia nikmati bersama group arisan mafia yang berkedok pembuatan film. Biasanya Group arisan itu terdiri dari lima sampai sepuluh orang tergatung dari penawaran Adrian sebagai "hunter" yang di bantu oleh Abel sebagai agen.Kedok Film pun tetap melaksanakan syuting dan rekaman akan dibuat all out kemudian mereka mengirim pada beberapa situs.Selain keuntungan Adsense mereka juga memiliki keuntungan sebagai pemilik saham beberapa situs gelap.Maka mereka yang mengikuti arisan esek-esek ini mereka selalu berspekulasi untuk memperoleh keuntungan,selain kenikmatan dan sensasi mereka menikmati gadis muda. Tiba di lokasi syuting yang sama,Mona sudah sedikit terbiasa dengan suasana dan tampilan beberapa orang disana.Mona mulai curiga bahwa Adrian merupaka. salah seorang anggota gangster. "Adrian," "Ya Mona." "Semua orang disini selalu menghormat padamu.Apa mereka semua bekerja padamu." "Benar Mona,lebih tepatnya mereka bekerja pada perusahaan keluargaku.Dan lebih spesifik mereka bekerja pada Ayahku." "Oh,pantas saja." Adrian hanya sedikit menunduk dan tersenyum pada Mona,karena perawakan Adrian memang lebih tinggi dari Mona. "Mona,setelah dari kamar ganti kamu ikuti saja kru film ya." "Oke Adrian." Setelah syuting selesai, Mona kembali pulang ke rumah Adrian. Perjalanan yang ia alami selama beberapa hari terasa cukup melelahkan bagi dirinya, namun ia tetap bertenaga dan tetap bersemangat untuk menyelesaikan kontrak serta meraih tujuannya. Mona tumbuh dan belajar dengan baik dari setiap situasi yang ia alami dalam beberapa hari ini, dan ia merasa bahwa pengalaman tersebut akan membantunya menjadi seorang yang lebih baik di masa yang akan datang. Ketika Mona tiba di rumah Adrian, ia merasa lega dan bahagia menemukan suasana yang menyenangkan di sekitarnya. Rumah Adrian masih terlihat begitu mewah dan indah dengan segala perabotan yang ada di dalamnya. Mona merasa tetap kagum dengan kemewahan dan keindahan perabotan tersebut. Selain itu, dukungan yang Adrian berikan selama perjalanan beberapa hari ini terasa sangat membantu dan memberikan keyakinan yang cukup besar bagi Mona. Pada hari terakhir yang telah di jadwalkan untuk syuting.Adrian tidak bisa menemani Mona dan berpamitan, "Aku sedikit ada meeting di ruang pertemuan." Adrian mengacungkan jarinya ke arah salah satu ruangan dihadapan mereka. "Oke Adrian." Mona mengangguk dan melanjutkan langkahnya. Mona merasa sangat terbebani dengan semua masalah yang ia alami di tengah-tengah pekerjaannya sebagai aktris pendatang baru-sepengetahuan Mona-. Terlebih lagi, ketika ia sampai di lokasi syuting, ia harus kembali beradegan telanjang. Meskipun sudah lebih terbiasa, namun itu tidak membuat dirinya tidak merasa tidak nyaman. Namun, kali ini ia bisa melakukannya dengan lebih baik karena Adrian telah berusaha membujuk Mona agar bersikap profesional. Adrian juga memberikan banyak dukungan emosional serta semangat untuk Mona, memberikan keyakinan bahwa dirinya bisa menjalani semuanya dengan cara yang profesional dan tetap berpegang pada prinsip-prinsipnya. Meskipun dirinya merasa sulit, namun Mona terus menerus berpikir positif bahwa kontrak 20 miliar antara perusahaan Adrian dengan Abel yang mengaku sebagai manajer Mona adalah hal yang akan membawa banyak manfaat dan kebaikan untuk dirinya dan keluarganya di daerah. Meskipun uang pembayaran pertama 5 milyar telah dibawa oleh Abel tanpa kabar, namun Mona berharap bahwa ia masih bisa mendapatkan 15 milyar di akhir kontrak ketika semuanya selesai.Uang itu akan cukup untuk membayar hutang keluarganya dan sebagai modal usahanya yang ia rencanakan setelah selesai kontrak film ini. Hanya ini harapan terakhir Mona untuk benar-benar bisa lepas dari kehidupan gelap yang telah menjebaknya beberapa tahun terakhir. Kali ini Mona beradu akting dengan empat pria sekaligus,ia memerankan seorang gadis yang di culik dan sedang diperkosa oleh empat orang gangster jalanan. Ia sudah menuruti apa yang diperintahkan oleh sutradara dan tuntutan script bahwa ia harus mau melepas seluruh pakaian dan seolah sedang di ikat dan di siksa empat orang itu. "Aahhhh .... tolongg...." dialog Mona dalam adegan. Seorang pria mencium Mona,seorang lain yang berperawakan lebih besar meraba tubuh Mona bagian atas,seorang lagi yang nampak paling tua diantara mereka mencium organ paling vital milik Mona.Jiwa Mona bergejolak,pada satu sisi ia harus memainkan peran,di sisi lain dia merasa risih karena harus melakukan hal itu dengan beberapa pria dan di lihat banyak orang baik itu sebagai kru film maupun para pengawal yang berdiri tegap di beberapa sudut ruangan. "Aarrgghhh.... emmphhh..." teriak Mona terkejut. "Mengapa kalian melakukan sungguhan?" tanya Mona karena seorang pria yang tinggi besar tadi telah menghujamnya dengan rudalnya yang besar dan panjang. "Aarghhh sialan kalian!" "Ugghhhh.... bangs*t! lepaskan!" Mona berontak dengan sekuat tenaga,namun percuma karena tangan dan kakinya telah di ikat. "Hahaha.Berteriaklah sekencangmu,tidak ada yang akan menolongmu!" bentak seorang lainnya bertampang sangar. Mona benar-benar ingin lari dari kenyataan ini. "Adrian,kamu dimana? tolong aku!" "Kenapa orang-orang ini juga melakukan ini padaku?" Teriakan mona ini tidak ada dalam script,kali ini bukan actionnya tapi karena ia ingin terlepas dari adegan di gilir empat orang asing di hadapannya. Mona tahu bahwa Adrian sedang dalam ruang meeting dan tak mungkin mendengarnya.Hatinya benar-benar hancur.Semasa ia menjalani pekerjaan sebagai wanita malam pun tidak pernah ia melakukan hal seperti ini,tapi sekarang ia sudah tidak bisa lagi melepaskan diri dengan kondisi terikat. Mona terus berteriak dan semakin kencang,seoarng pria kemudian menyumpal mulut Mona dengan cd nya sendiri. "Hhmmmppphhh.... mmmmppphhhh..." Suara mona kini hanya tertahan di tenggorokan saja. Mona menitikkan air mata,ia sudah tak mampu membendungnya lagi.Tapi inilah kenyataan yang harus ia jalani.Dan ini episode puncak dan terakhir yang harus ia jalani.Akhirnya Mona menyerah dan membiarkan tubuhnya di gilir empat pria. Ketika tiba giliran orang ketiga,Mona tidak tahu mengapa pinggulnya kini bergoyang mengikuti irama yang di hentakkan pria itu.Pria itu kemudian membuka sumpalan kain di mulut Mona karena melihat reaksi Mona yang tampak menikmati. "Aaahhhh ahhhh...." "Aiihhh,aaiihhh,aiihhh.." sekarang suara Mona lebih jelas.Membuat para kru yang sedang melihat itu ikut terbawa suasana dan terpana.Mereka melihat gadis belia yang begitu cantik dan seksi itu mulai terengah-engah dan merintih. Dalam hati Mona,inilah pengalaman hidup terkelamnya dan ia yakin sebentar lagi setelah menerima uang kontrak itu dia akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan Adrian dan akan melupakan Abel. "Setelah semua ini berlalu,aku akan memulai jalan hidup terbaik." Hal itu memberikan Mona harapan dan semangat untuk menyelesaikan beberapa adegan ini. Meski ini adalah situasi tersulit dalam hidupnya dengan pertikaian batinnya sendiri.Dengan adanya adegan ini Mona sadar sekarang bahwa bisnis Adrian dan keluarganya ternyata sebagai mafia dan pembuat film ilegal. Setelah selesai proses pengambilan gambar terakhir,Mona duduk termenung di sebuah taman di samping Villa sambil menunggu Adrian keluar dari Ruang Pertemuan.Nampak seorang pria mendekatinya. "Halo Mona,Action kamu tadi bagus sekali,tampak sangat natural." "Oh ya,terimakasih." balas Mona,ia harus bersikap waspada dan hati-hati dengan semua orang yang ada disana setelah ia menyadari bahwa semua orang ini adalah sindikat mafia. "Aku Roman," ucap pria itu duduk disamping Mona setelah menyalami Mona. Mona tahu persis dan akan selalu ingat wajah lelaki di sampingnya itu.Pria terakhir yang menggilirnya dalam adegan puncak.Dan Adegan itu memang mendapat pujian dari semua kru film maupun orang-orang yang melihat di sekitar lokasi pengambilan gambar. Mereka mengobrol ringan,pria itu memperkenalkan diri bahwa ia merupakan rekan bisnis Adrian kemudian meminta nomer Hp-Mona.Setelah sekian lama mereka terbawa suasana dan ada tawa dalam obrolan mereka,tiba-tiba Adrian muncul. "Sudah selesai Mona?" "Sudah Adrian,aku sedang menunggumu disini,ditemani Roman." "Oh,kalian sudah berkenalan?" Raut muka Adrian sedikit berubah,seolah ada yang ia sembunyikan. "Ayo kita pulang!" "Oke Adrian,Roman kami pulang ya." Setelah tiba dari perjalanan yabg berliku dna berkelok,mereka tiba di Rumah Pak Hardi,rumah Keluarga Adrian.Kali ini para penjaga tidak hanya menghormat pada Adrian,tetapi begitu pula terhadap Mona. Mona dan Adrian kemudian duduk bersama di ruan g keluarga dan membicarakan apa saja yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhirnya. Mona merasa bahwa ia belajar banyak dari setiap pengalaman yang ia alami selama melakukan syuting. Ia merasa bahwa situasi yang saat ini ia alami adalah bagian dari ujian dan tantangan yang harus dihadapinya. Menjelang malam tiba, Mona merasa capek dan lelah dari perjalanan yang ia jalani, namun ia merasa lega bahwa ia bisa kembali ke dalam suasana yang menyenangkan dan penuh dengan dukungan dari Adrian dan keluarganya. Mona kemudian tertidur dengan nyenyak dalam pelukan Adrian, merasakan adanya keamanan dan kenyamanan dalam hidupnya yang sulit ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN