Terjebak Kontrak

1154 Kata
Setelah berlatih adegan ciuman, Adrian meminta Mona untuk melakukan beberapa latihan acting dengan intensitas berbeda. Ada adegan sedih, adegan lucu, dan adegan emosional. Mona mencoba untuk memahami karakternya sebaik mungkin agar dapat memberikan akting terbaiknya saat memerankan perannya. "Bagus sekali Mona,kamu cepat beradaptasi." "Apakah actionku tidak kaku Adrian?" "Tidak Mona,kamu sangat natural." Mereka terus berlatih hingga sore hari, dan Mona merasa sangat lelah. Namun, meskipun lelah, ia juga merasa sangat senang dan bersemangat. Ia merasa bahwa ia sedang melakukan hal yang benar dengan mengejar mimpinya. "Wah banyak sekali adegan ciuman kita ya?" "Benar Mona,film ini memang ditujukan untuk penontong penggila film romansa." "Apa kamu pernah melakukan adegan seperti ini dengan wanita lain Adrian?" "Pernah,beberapa kali Mona." "Oya,apa kamu tidak pernah terbawa perasaan?" "Di luar syuting kita harus profesional Mona." "Oh begitu ya?" Setelah berlatih, mereka makan malam bersama dan berbicara tentang hal-hal lain. Mona mulai merasa semakin dekat dengan Adrian dan merasa bahwa mereka telah membangun sebuah hubungan yang kuat. Ia mulai berpikir bahwa mungkin, Adrian adalah pria yang ia cari selama ini. "Sudah malam Mona,sebaiknya kita istirahat." "Oke Adrian,terimakasih kamu sudah banyak memberi ilmu." "Syukurlah kalau itu membuatmu lebih baik Mona." Mona berterima kasih pada Adrian atas kesempatan ini dan tersenyum hangat kepadanya. "Mona,ada satu hal lagi sebenarnya yang belum kita latih dengan sungguh-sungguh." "Apa itu Adrian?" "Dalam script itu setelah berciuman kita melakukan adegan intim Mon." "Oya benar Adrian,aku juga sudah membacanya." "Apakah perlu kita lakukan malam ini? besok kita sudah harus menuju Villa lokasi syuting." "Oke Adrian,kalau begitu kamu tidak perlu pulang,ini sudah sangat larut malam.Besok kita berangkat bersama dari sini." Jawab Mona dengan nada renyah,sebenarnya Mona menyembunyikam degup kencang jantungnya.Jika ia berlatih adegan bercinta malam ini,mereka hanya berdua di Apartemen ini. "Apakah mungkin Adrian mau berhubungan intim sesungguhnya denganku?" Mona membatin. "Atau ini hanya akan menjadi sebuah latihan?" tanyanya dalam hati. Mereka kemudian pergi ke kamar Mona dan berbincang-bincang di sana. Mona memperlihatkan beberapa foto dirinya dan Adrian yang diambil selama berlatih, dan mereka tertawa bersama. Ketika waktu semakin larut, Adrian bertanya pada Mona apakah ia ingin tidur dengannya satu kamar. Mona sedikit tersipu dan mengangguk. "Kita bisa melanjutkan latihan adegan ciuman dan bercinta sampai membuatnya semakin baik Mona," ujar Adrian sambil tersenyum penuh arti pada Mona. "Semoga peran kita benar-benar tampak natural di film nanti ya." sahut Mona dengan nada manja. Mona merasa sedikit gugup, tetapi juga sangat antusias. Ia kemudian melepas bajunya dan berbaring di ranjang.Hanya tersisa kain penutup dadanya yang sangat minim dan kain penutup tubuh bagian bawahnya yang hanya berbentuk seperti garis lurus. Adrian membungkuk di atas tubuhnya dan mulai mencium bibir Mona dengan lembut. Mereka berdua saling mencium dan merasakan kemesraan satu sama lain, semakin intens dan meningkatkan dorongan satu sama lain. Mona merasakan keintiman yang tidak pernah ia alami sebelumnya.Berapapun banyaknya laki-laki yang pernah merasakan tubuhnya di masa lalunya,ia tidak pernah merasakan kenikmatan yang tinggi seperti ini. Adrian meraih tubuhnya dengan lembut dan membawanya sejauh ia ingin pergi. Mereka bercinta dengan penuh hasrat dan lembut, meskipun mereka belum pernah melakukan hal ini sebelumnya. "Ahhh,aku bisa gila Mona." bisik Adrian. "Kenapa Adrian?" bisikan lembut Mona di telinga Adrian. "Sempit sekali Mona." "Kamu suka Adrian?" "Bukan suka lagi Mona,aku bisa kecanduan." "Aku juga sama Adrian,rasanya penuh sesak." "Kamu luar biasa Adrian." Setelah itu, mereka melanjutkan latihan adegan ciuman dan bercinta beberapa kali.Mereka melakukan berulang-ulang hingga beberapa tempat di kasur itu basah kuyup oleh Mona yang tak mampu menahan lagi semua yang tertumpah darinya.Mereka menjadi semakin terbawa dalam nuansa romantisme yang tak terhingga. Mona yakin bahwa ia merasa jatuh cinta pada Adrian, dan Adrian juga merasakan hal yang sama pada Mona. Ketika pagi hari Mona terbangun,ia merasakan sesuatu yang lembut diantara kedua pahanya,ternyata kepala Adrian berada di bagian bawah tubuhnya,Mona menggelengkan kepalanya, merasa sedikit malu dan gugup. Ia tersenyum pada Adrian yang mendongakkan kepalanya dan menatap Mona. Meskipun malu, ia merasa menikmati momen itu dan merasa bahagia karena ada seseorang yang benar-benar memperhatikan dan mencintainya. "Apa boleh aku lanjutkan Mona?" Mona hanya tersenyum dan memberikan anggukan kecil.Mereka kembali melakukan adegan mesra namun kali ini dengan posisi dan gaya yang berbeda.Mona kembali membuat basah kasurnya karena tak mampu lagi membendung pencapaian dasyat yang diberikan Adrian padanya. Mona membelai rambut Adrian yang kini bersandar di atas dadanya. "Adrian...." "Ya Mona..." "Apakah kamu merasakan apa yang kurasakan?" "Apa itu Mona?" "Aku harus jujur Adrian,aku bosan dengan kebohongan." "Aku mulai mencintaimu Adrian." Adrian tersenyum tipis,namun Mona tidak melihat senyum Adrian karena posisi wajah dan kepala Adrian ada di kedua belahan dadanya yang membulat utuh. "Kamu dasyat Mona." Namun jawaban Adrian tidak cukup memuaskan hati Mona,bukan jawaban itu yang dia harapkan. "Apakah Adrian sama dengan laki-laki lain yang hanya menginginkan tubuhku?" kata Mona pada dirinya sendiri. Adrian merayap kembali kebawah,ia mencium area yang telah basah di bagian tubuh Mona.Dan hal itu membuat Mona sangat tersanjung. Setelah mandi dan berganti baju, mereka kemudian bersiap pergi ke lokasi syuting. Mereka berbicara tentang adegan apa yang harus mereka lakukan hari itu, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Dua orang yang sama pada waktu mengantar uang kontrak,pagi ini muncul kembali.Mereka menuntun Adrian dan Mona menuju lift.Namun Mona bertanya-tanya mengapa mereka menuju lantai atas,bukan ke bawah di area parkir mobil. "Tidak salah Adrian?kita ke atas?" "Tidak Mona,kita akan ke helipad.Kita ke Villa dengan Helikopter." Mona tersenyum,dia kembali lagi merasakan keindahan hidup.Tak henti-hentinya semua kenyataan yang bagaikan mimpi ini hadir dihidupnya.Dia diperlakukan begitu luar biasa. Setibanya di Villa sebagai lokasi syuting,Mona dikejutkan lagi dengan beberapa hal.Setiap kali ia berjalan, semua orang berjas hitam di sepanjang taman,teras dan ruang tamu selalu memberi hormat yang lebih pada Adrian yang berjalan disampingnya. "Jadi perusahaan film ini juga milikmu Adrian?" "Benar Mona." "Villa ini?" "Villa ini juga milikku." Mona tak mampu berkata-kata lagi.Seorang pria muda,tampan,seksi,berkharisma,kaya,tetapi tidak memiliki kekasih. "Apakah ini nyata?" Mona bergumam dan masih tidak percaya dengan kenyataan ini. Saat mereka tiba di titik lokasi syuting, duet chemistry mereka sangat terlihat kuat dan intens, sehingga memberi kesan bahwa mereka memiliki hubungan yang sangat erat satu sama lain. Selama syuting berlangsung, keduanya tampak sangat professional dan memberikan performa terbaik mereka. Mereka juga sering melakukan adegan ciuman dengan penuh perasaan.Sejauh ini tidak banyak adegan yang gagal,hanya sedikit pengulangan beberapa adegan.Performa mereka seolah-olah menjadi semakin baik dan semakin natural. Hal ini bisa terjadi karena karena keintiman dan koneksi yang mereka bangun selama berlatih adegan itu. Ketika tiba pada adegan bercinta,Mona merasakan ada sesuatu yang salah.Mengapa Adrian juga melucuti semua pakaiannya sendiri,kemudian berusaha melepas kain terakhir yang menutupi Organ paling vital miliknya. Lalu beberapa detik kemudian Adrian benar-benar memasukkan kejantanannya pada lubang sempit miliknya yang telah basah di hadapan kamera dan seluruh kru film. "Tunggu." Mona menahan tubuh Adrian. "Apa yang kamu lakukan Adrian?" suara Mona menyentak dan mengagetkan Adrian. "Kita melakukan adegan sesuai script Mona." jawab Adrian santai dengan senyum menawan. "Kenapa kita mempertontonkan adegan sungguhan seperti ini di depan banyak orang?" Mona masih belum yakin dengan semua ini. Mona segera melepas dekapan Adrian dan dengan cepat menyambar selembar kain di sampingnya untuk menutupi tubuhnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN