Lusi mendatangi rumah Garseta. Mengeluh habis-habisan soal Viano yang sejak dua minggu ini sama sekali tidak mau diajak pergi dengannya. "Tante tau nggak, sih?" keluhnya setelah asisten rumah tangga menyajikan teh. Duduk bersama di taman belakang bermandikan langit yang cerah, dia membahas hal yang membuat suasana hati Garseta memburuk. "Kemarin, pagi-pagi Lusi sengaja datang menemui Viano karena dia ditelepon susah." "Lantas?" "Dia malah mau pergi ke rumah mantan OG nggak waras itu!" Menyesap minumannya, Garseta mendesah kecil setelah cangkir terlepas dari bibir. "Lusi mau ajak dia pergi untuk makan siang bareng. Tapi ...." Tangannya terbuka lebar. "Viano tetap aja milih pergi dengan Nesta!" Garseta mengepal tangan kuat, hatinya panas mendengar semua cerita Lusi. Tidak mau, dia tida

