TAK ADA ALASAN

1825 Kata

Raka “s**t…” Aku melemparkan gawaiku ke sofa. Beruntung dia tidak terpelanting dan jatuh ke lantai. Baru saja aku kelepasan menanggapi Nadine, dan sepertinya ia marah. Dia bahkan mematikan sambungan telepon sebelum aku menjawab. Semua ini salahku, aku yang terlalu emosi hingga lupa menjaga lisan. Aku tidak tahu kenapa sejak pembahasan masalah anak bersama teman-teman di hari Jumat itu, suasana hatiku memburuk. Sialnya setiap melihat Nadine, perasaanku semakin suram dan selalu ingin melampiaskan amarah. Seperti barusan, dia hanya memintaku untuk menjemputnya ke rumah mertua, tapi aku bersikap seolah dia tidak pantas melakukannya. Suami macam apa aku? “Hahhh… Aku kenapa sih?” Aku pusing, semakin stress. Tak tahu karena apa, selain Nadine yang marah tentunya. Aku sudah mengabaikan Nadin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN