Nadine “Ada apa?” dia bertanya seolah dia tidak bersalah sama sekali. Ahh.. aku lupa, jika dia tidak sadar dengan kesalahannya. Flashback on “Halo Nol.” Aku memutuskan menghubungi Arnold begitu pikiranku mulai terkendali. “Hah? Ada apa gerangan yang mengakibatkan kakak iparku yang cantik menelepon diriku?” Arnold mulai dengan drama picisannya. Dia tidak tahu jika aku sedang dalam mode kesal. “Aku ingin bertanya.” “Apa itu? Sebisa mungkin akan kujawab jika aku mampu.” “Bahasa lu.” “HAHAHAHhh… Kenapa Din? Kenapa kau terdengar kesal begitu?” “Apa kau pernah makan bersama rekan bisnismu?” Aku tak ingin membuang waktu. Arnold tentu memiliki pekerjaan lain, meskipun aku yakin 100 % dia akan selalu memiliki waktuku jika itu berkaitan denganku. Pria itu luar biasa loyal, namun sayang tak

