“Memang kenapa kalau aku kerja jadi pembantu di negara orang? Apa ada yang salah? Nggak ada yang salah ‘kan, Sumi?” tanya Mbak Siti. “Tidak ada yang salah, Sit. Kau ‘kan hanya mencari uang.” “Nah ya itu lho, Sumi. Banyak nih orang-orang disini, ya tetanggaku itulah.. Kau tahu ‘kan siapa dalang dari semua fitnah itu, Sumi?” “Haha.. Tahu dong..Siapa lagi kalau bukan A—” Belum juga Mbak Sumini menyelesaikan kalimatnya, dengan tangkas Mbak Siti menutup mulut Mbak Sumini dengan kedua telapak tangannya. “Hush, jangan sampai mengucapkan nama orang itu disini. Bahaya! Apa kau tak tahu kalau tembok dan tanah punya telinga? Orang itu bisa mendengar nanti, Sumi,” kata Mbak Siti, ”Rumahnya ‘kan dekat sini.” Kedua perempuan itu tetap berbicara mengenai hal-hal yang tak jelas juga apa topiknya. D

